Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI mulai siang dan jarum jam menunjukkan pukul 10.30 pada Selasa (3/10). Sinar matahari mulai terasa panas dan jalan-jalan sekitar Singapura mulai dipenuhi kendaraan roda empat.
Hanya selang 25 menit, bus yang rombongan Indonesia Journalists Visit Programme (IJVP) yang terdiri atas 13 wartawan dari berbagai media massa dan ditemani staf Kementerian Luar Negeri Singapura dan Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura berhenti di depan sebuah masjid tepat di Jalan Geylang 578.
Tampak sebuah masjid tua dengan tulisan 'Khadijah Mosque'. Masjid yang dibangun 28 Juni 1915 dan telah dijadikan gedung warisan bersejarah bukan hanya sebatas tempat ibadah umat Islam, tetapi juga menjadi lokasi penting bagaimana upaya menangkal aksi terorisme dan radikalisme di 'Negara Kota Kecil', Singapura.
Negara dengan luas 719 hektare atau luasnya tak berbeda dengan luas Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, Sumatra Utara, juga menghadapi masalah serius terkait terorisme dan radikalisme. Dari Khadijah Mosque, salah satu upaya menangkal radikalisme dan aksi terorisme dilakukan di negara yang berpopulasi 5,5 juta jiwa tersebut.
Ketika kami tiba, Salim Mohamed Nasir, yang menjadi pengurus Khadijah Mosque memberi sambutan. Dosen di S Rajaratnam School of International Studies (RSIS) itu menjelaskan bahwa masjid kuno itu menjadi pusat Religious Rehabilitation Group (RRG).
"RRG bukan lembaga pemerintah dan ini lembaga independen yang didirikan pada 23 April 2003 dan kami tidak mendapat dana dari pemerintah," jelas Salim.
Salim menjelaskan, RRG merupakan komunitas asatizah atau para ulama dan ustad serta kumpulan para ulama.
"Tujuan utama didirikan RRG merehabilitasi tahanan anggota Jemaah Islamiyah dan keluarga mereka untuk mendapat konseling," ujarnya.
Misi utama RRG, menurut Salim, adalah meluruskan misinterprestasi konsep Islam yang salah. Ajaran Islam yang menekankan perdamaian dan keharmonisan telah disimpangkan oleh kelompok radikal dan teroris.
"Kami dari RRG cukup sukses dalam menyadarkan mereka yang telah terpengaruh ideologi ekstremis dan terorisme di dalam penjara hingga 80%," jelas Salim yang juga memberi ajaran Islam yang betul kepada umat lainnya di Singapura.
Di sisi lain, dalam acara makan siang di National Museum, Selasa itu, Deputi Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Bidang Keamanan Nasional Singapura Teo Chee Hean berdialog dengan peserta IJVP 2017.
"Masyarakat kami yang insklusif dan terbuka sangat membutuhkan ajaran agama yang sesuai dengan masyarakat kota kami. Jika Indonesia memiliki dasar negara Pancasila, sedangkan Singapura memiliki konsep bermasyarakat yang multiras dan multiagama," ujar Teo.
Teo yang semula hanya ingin berbicara secara off the record, akhirnya dia mengizinkan peserta IJVP mengutip pernyataannya untuk diterbitkan.
"Kita memahami bahwa kita harus bekerja sama dalam melawan musuh bersama yakni radikalisme dan terorisme. Oleh karena itu, kita perlu landasan keamaman berupa kerja sama intelijen," papar Teo, yang mantan petinggi militer Angkatan Laut Singapura.
Menurut Teo, kerja sama antara Singapura dan Indonesia dalam mencegah dan menangkal aksi terorisme termasuk rencana serangan roket dari kelompok radikal sangat berhasil.
Dalam menangkal aksi terorisme dan mencegah gerakan radikalisme, Teo mengatakan pemerintah Singapura merangkul kelompok-kelompok agama untuk saling bantu demi terciptanya keharmonisan.
Persoalan serius yang dihadapi Singapura adalah beberapa warganya menjadi anggota kelompok Jemaah Islamiyah dan turut pergi ke Suriah.
"Untuk mengatasi hal tersebur kami bekerja sama dengan organisasi RRG termasuk memberi ajaran yang sesuai dengan masyarakat Singapura dan dijauhkan dari radikalisme," paparnya.
Teo menegaskan bahwa kerja sama bilateral antara negaranya dan Indonesia terkait mencegah dan memerangi terorisme dan radikalisme telah berjalan dengan baik termasuk tukar-menukar informasi intelijen. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved