PERDANA Menteri Australia Tony Abbott, kemarin, mengecam kritik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas perlakuan 'Negeri Kanguru' terhadap para pencari suaka, Senin (9/3). Abbott bahkan mengatakan Australia muak dikuliahi PBB.
"Menurut saya, Australia muak dikuliahi PBB, khususnya saat kami menghentikan kapal para pencari suaka. Padahal, dengan begitu, kami mengakhiri risiko kematian di laut," kata Abbott.
Pernyataan keras Abbott dilansir setelah ada laporan mengenai kebijakan Australia menahan para pencari suaka di Pulau Manus, Papua Nugini, dan beberapa negara pasifik lain.
Kebijakan itu dikritik para pegiat hak asasi manusia karena dianggap melanggar konvensi antipenyiksaan.
Abbott justru mengatakan kebijakan itu merupakan aksi kemanusiaan yang paling layak.
"Kami telah menghentikan banyak kapal dan saya pikir kredibilitas perwakilan PBB akan lebih baik jika mau mengakui prestasi pemerintah Australia di wilayah ini," kata Abbott.
Daniel Webb dari Pusat Hukum dan Hak Asasi Manusia Australia mengatakan pemerintahan Abbott selalu berkeras telah memenuhi kewajiban hak asasi manusia.
Padahal, banyak temuan menunjukkan kebijakan Australia pada pencari suaka melanggar hukum internasional.