Remaja yang diduga bernama Jake, 18 (tengah), berfoto bersama milisi IS di suatu tempat di Suriah. Jake, remaja asal Melbourne yang juga mantan mahasiswa Craigieburn Secondary College, diduga bergabung dengan IS di Suriah pada 2014(Dok.Twitter/Daily Mail)
SOSOK remaja yang dijuluki Britain's White Jihadi pada sebuah foto yang menampilkan sang remaja diapit dua anggota Islamic State (IS) dilaporkan merupakan warga negara Australia.
Foto itu beredar di jagat maya sejak akhir tahun lalu.
Media Australia Fairfax Media mengungkapkan sosok remaja dalam foto tersebut bernama Jake, berusia 18 tahun.
Ia berasal dari Craigieburn, Melbourne, Australia.
Media tidak menyebutkan nama lengkapnya atas permintaan keluarga Jake.
Foto Jake yang terlihat duduk di antara dua anggota kelompok milisi IS diunggah ke Twitter oleh akun pengguna bernama Abbu Dawud, Desember lalu.
Dalam foto tersebut, ketiganya duduk di depan bendera lambang IS dengan memegang senapan.
Teman Jake sejak kecil, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan Jake membuat pilihannya sendiri.
"Tidak ada yang memaksanya untuk bergabung dengan IS dan tidak ada yang memaksanya untuk masuk Islam. Setiap orang berhak untuk mengambil keputusannya sendiri dan ini adalah jalan yang dipilihnya. Dia telah berupaya betul untuk meyakini bahwa apa yang dipilihnya merupakan hal yang benar untuk dirinya," ujar temannya tersebut.
Menurut laporan, Jake merupakan seorang siswa jago matematika di Craigieburn Secondary College, Melbourne.
Dia keluar dari sekolah tersebut sesaat setelah masuk Islam dan pergi menuju Istanbul, Turki, lalu ke Irak dan Suriah.
Menurut laporan Fairfax Media, Jake juga telah mengganti namanya menjadi Abdur Raheem atau Abu Abdullah.
Abu Zaid, anggota komite Hume Islamic Youth Centre, tempat ibadah yang dulu sering didatangi Jake, mengatakan bahwa Jake sering datang ke tempat tersebut jika ada acara ceramah. Dua bulan setelah menghilang,
Jake pernah menghubungi keluarganya dan mengatakan bahwa dirinya sedang mengikuti pelatihan di Irak untuk berperang, lalu menghubungi lagi dan mengatakan dia memilih menjadi tentara di Suriah. (AFP/The Age/Pra/I-1)