Wiranto : Upaya Pemisahan Papua Propaganda Sejak Dulu

Dheri Agriesta
29/9/2017 16:13
Wiranto : Upaya Pemisahan Papua Propaganda Sejak Dulu
(MI/Ramdani)

Isu pemisahan Papua Barat dari Indonesia kembali bergulir setelah adanya klaim kelompok separatis menyerahkan petisi kepada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Wiranto tak heran dengan gerakan semacam ini, karena sudah berulang sejak dulu.

Wiranto mengatakan, upaya memerdekakan Papua akan terus terjadi, baik melalui gerakan separatis di dalam negeri maupun luar negeri. "Sejak saya jadi Panglima TNI di 1998, itu udah ada, udah kita hadapi bersama-sama," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, hari ini.

Wiranto menegaskan, permasalahan di Papua berbeda dengan Timor Leste. Papua merupakan bagian yang sah dari Indonesia, berdasarkan putusan PBB. Wiranto pun tak menampik keinginan untuk merdeka dari beberapa kelompok separatis di Papua.

Padahal, Pemerintah sedang bekerja tanpa henti membangun infrastruktur di Papua dan Papua Barat. Infrastruktur di bidang transportasi dikebut untuk menekan biaya distribusi sehingga harga bahan pokok di Papua sama dengan Jawa.

Tak hanya itu, Pemerintah juga merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi pembangunan di bidang kesejahteraan, pertanian, kesehatan, dan pendidikan, di Papua dan Papua Barat. Pembangunan ini direncanakan dan dikerjakan secara bertahap.

"Jadi intinya Indonesia membangun Papua dan Papua Barat supaya sejajar dengan daerah lain kemajuannya, itu betul-bteul direncanakan dan dilaksanakan pemerintah," tegas Wiranto.

Namun, ada banyak suara yang tak menghargai usaha pemerintah. Wiranto mengatakan, berbagai opini dibangun seakan pemerintah membangun ketidakadilan di Papua.

"Sekarang kita harus bertempur dengan opini yang dibangun bahwa seakan pemerintah membangun ketidakadilan di sana," jelas Wiranto.

Isu pemisahan Papua kembali bergulir usai kelompok separatis pimpinan Benny Wenda mengklaim telah bertemu dengan petinggi PBB dan menyerahkan. Namun, hal ini dibantah oleh Ketua Dekolonosasi PBB Rafael Ramirez.

"Sebagai Ketua Komite Khusus Dekolonisasi PBB, saya mamupun sekretariat komite tidak pernah menerima secara formal maupun informal petisi atau siapapun mengenai Papa seperti yang diberitakan," kata Rafael di Markas PBB New York. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya