Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JAJAK pendapat nasional oleh Quinnipiac University pada Rabu (27/9) waktu setempat menunjukkan mayoritas pemilih Amerika Serikat (AS) menganggap Donald Trump tidak layak menjadi Presiden.
Dari total 1.412 pemilih yang diberikan pertanyaan kelayakan Trump sebagai Presiden, hanya 36% yang sepakat akan pekerjaan Trump di Gedung Putih sekarang, sedangkan 57% lainnya tidak setuju.
Angka persetujuan Trump dalam jajak pendapat Quinnipiac telah naik turun antara 33%-40% sejak Maret 2017 lalu.
Sebanyak 51% mengaku malu memiliki Trump sebagai Presiden, menyisakan 27% pemilih yang merasa bangga akan Trump.
"Tidak ada yang terbalik," kata Asisten Direktur Poll Universitas Quinnipiac, Tim Malloy.
Kendati demikian, suara rakyat AS terbagi oleh partai, jenis kelamin, dan ras. Namun, semuanya sepakat akan satu hal, yakni Trump harus menghentikan cuitannya di Twitter.
Sebanyak 69% pemilih mengatakan Trump harus menjauh dari Twitter sedangkan hanya 26% mengatakan sebaliknya.
Secara keseluruhan, 56% mengatakan Trump tidak layak menjabat sebagai Presiden, sementara 42% mengatakan dia cocok menjadi Presiden.
Partai Demokrat dengan gamblang menyatakan Trump tidak layak menjadi Presiden dengan suara 94%, sedangkan 5% lebih sisanya mengatakan jabatan itu sesuai.
Suara dari Partai Republik bertolak belakang dengan dukungan 84% atas jabatan yang dipegang Trump sedangkan 14% yang meragukannya.
Suara laki-laki AS terbagi 49%-49% untuk Trump sebagai Presiden, sedangkan 63% perempuan AS sepakat Trump tidak cocok menjadi Presiden ketimbang 35% lainnya.
Pemilih kulit putih memiliki suara dukungan yang beda tipis yakni 50% mendukung Trump sedangkan 48% tidak.
Sebagian besar Hispanik, dengan suara terbagi 60% menganggap kehadiran Trump tidak layak di Gedung Putih sedangkan hanya 40% yang menganggap layak.
Lalu pemilih kulit hitam menjadi pihak yang sangat menolak Trump dengan 94% menganggap Trump tidak layak dan hanya 4% yang menganggap layak.
Jajak pendapat tersebut dilakukan pada 21-26 September 2017 dengan margin error plus minus 3,1 poin persentase.
Sementara itu, dua pertiga orang Afrika-Amerika melakukan jajak pendapat lain oleh firma riset PerryUndem.
Pemilih Afrika-Amerika cenderung mendukung Demokrat dan Hillary Clinton dengan 88% suara untuk mereka, sedangkan hanya 8% untuk Trump.
Hasil yang tidak mengherankan karena konglomerat real estat itu sempat mempertanyakan tempat lahir Barack Obama saat kampanye lalu.
"Dengan persetujuan peringkat yang dibekukan pada pertengahan umur tiga puluhan, karakternya, dan penilaiannya dipertanyakan, Presiden Donald Trump harus menghadapi kenyataan keras bahwa mayoritas pemilih Amerika merasa bahwa dia tidak layak untuk bertugas di kantor tertinggi di negeri ini," tandas Malloy. (AFP/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved