Arab Saudi, Importir Terbesar Peralatan Pertahanan

10/3/2015 00:00
Arab Saudi, Importir Terbesar Peralatan Pertahanan
(AP/Saudi Press Agency)
ANALIS terkemuka dari IHS Jane's, perusahaan penerbitan khusus militer berbasis di Inggris, mengungkap bahwa Arab Saudi pada 2014 menjadi importir terbesar peralatan pertahanan, menggeser India.

Saat ini, menurut IHS Jane's, perdagangan global peralatan pertahanan mencapai nilai US$64,4 miliar.

Kata pakar IHS Ben Moores, "Angka itu dipicu permintaan dari negara-negara yang ekonominya sedang berkembang, juga dipicu oleh meningkatnya tensi regional di Timur Tengah dan Asia Pasifik."

Laporan IHS Jane's itu mengkaji pasar peralatan pertahanan di 65 negara.

Dari situ disimpulkan bahwa Arab Saudi menghabiskan dana lebih dari US$6,4 miliar untuk pembelian peralatan pertahanan sepanjang 2014.

Pada tahun sebelumnya India merupakan importir terbesar dengan pembelian peralatan pertahanan senilai US$5,57 miliar.

Impor Arab Saudi dilaporkan meningkat 54% sepanjang tahun lalu. Arab Saudi bersama dengan Uni Emirat Arab mengimpor peralatan pertahanan senilai US$8,6 miliar pada 2014.

Jumlah itu melebihi jumlah impor gabungan sejumlah negara Barat di Eropa.

Adapun Amerika Serikat (AS) bertahan sebagai eksportir peralatan pertahanan terbesar dengan nilai US$23,7 miliar, disusul Rusia dengan US$10 miliar.

"Penerima terbesar dari pasar Timur Tengah tetap AS dengan nilai ekspor ke Timur Tengah mencapai US$8,4 miliar pada 2014, sedangkan pada 2013 hanya US$6 miliar," demikian dinyatakan dalam laporan IHS Jane's.

Rusia juga dilaporkan menampilkan kinerja penjualan yang meningkat US$2,3 miliar untuk Tiongkok.

Namun, menurut analis, tren itu bisa menurun akibat sanksi-sanksi yang diterapkan pada Rusia.

"Ditambah lagi harga minyak yang anjlok pun akan berpengaruh pada klien-klien Rusia yang rentan akan harga mi-nyak seperti Venezuela dan Iran," begitu disebut dalam studi.

Eksportir terbesar ketiga dipegang Prancis dengan nilai US$4,9 miliar, diikuti Inggris dengan US$4,1 miliar dan Jerman dengan US$3,5 miliar.

IHS Jane's juga melaporkan Tiongkok telah menjadi importir perlengkapan pertahanan terbesar ketiga pada 2014, naik dari posisi kelima tahun sebelumnya.

Studi juga menunjuk Korea Selatan sebagai pemimpin potensial regional Asia Pasifik untuk impor pertahanan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya