Jenazah TKI asal Karawang Tertahan di Sri Lanka

Cikwan Suwandi
26/9/2017 19:26
Jenazah TKI asal Karawang Tertahan di Sri Lanka
(Ilustrasi)

KESEDIHAN mendalam dirasakan Romlah, 70, karena harus kehilangan anaknya untuk selamanya, Nuraesih Mainin, 36, yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

Nuraesih meninggal dunia di dalam pesawat ketika hendak kembali ke Tanah Air. Namun, belum tiba di Indonesia, Nuraesih yang dalam kondisi sakit menghembuskan napas terakhir di atas pesawat Saudi Airline, Minggu (24/9) lalu.

Hal tersebut diketahui saat pesawat melakukan transit di Sri Lanka dan akhirnya jenazah Nuraesih pun masih tertahan di negara itu.

Semakin pedih lagi dirasakan Romlah yang merupakan keluarga miskin di Dusun Krajan, Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Karawang Jawa Barat, ketika dirinya belum juga mendapatkan jenazah sang putri karena harus menebusnya dengan uang puluhan juta rupiah.

"Mau memulangkan almarhum harus ada uang Rp40 juta, saya bingung dapat uang dari mana," ungkap Romlah saat ditemui wartawan, Selasa (26/9).

Ia pun sangat berharap uluran tangan pemerintah dapat memulangkan jenazah anak tercintanya ke tempat kelahirannya.

"Saya berharap bantuan dari pihak pemerintah. Bupati, Pak Presiden untuk memulangkan anak kami. Kasihan jenazahnya sudah terlalu lama, kami ingin segera memakamkannya," ucapnya.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat mengaku masih melakukan koordinasi untuk kepulangan Nuraesih dari Sri Lanka ke Indonesia.

"Saya sudah minta pegawai saya, untuk segera melakukan koordinasi ke Kedubes dan kementerian untuk kepulangan. Selain itu, kita juga akan meminta hasil autopsi untuk mengetahui kepastian meninggalnya TKI asal Karawang ini," pungkas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang, Ahmad Suroto. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya