Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM penyelamat masih melakukan pencarian dan menggali untuk korban gempa berkekuatan 7,1 skala Richter yang terjadi pada Selasa (19/9), dan menewaskan sedikitnya 233 orang di Meksiko.
Saat gempa melanda, kepanikan melanda warga sekitar. Banyak yang melarikan diri ke jalan, tapi tidak semuanya beruntung. Setelah debu menghilang beberapa menit kemudian, pemandangan bangunan dan reruntuhan yang rata dengan tanah di jantung Kota Meksiko pun terlihat.
"Mengerikan, saya pikir itu adalah salah satu gempa yang terkuat yang pernah kami rasakan, saya tidak tahu besarnya, tapi itu mengerikan," kata Pedro Cruz Martinez, seorang pelayan publik yang menggendong gadis kecilnya, setelah bergabung dengan banyak orang tua yang ketakutan.
Setelah teriakan dan terguncang, orang dengan cepat mulai bekerja menggali korban selamat.
Petugas pemadam kebakaran, polisi, tentara dan relawan bekerja dengan panik untuk memindahkan puing-puing. Pencarian yang paling menyedihkan adalah di sebuah sekolah di selatan Kota Meksiko, tempat 21 anak sekolah berusia antara 7-13 tahun, dan lima orang dewasa tewas. Masih banyak anak-anak yang hilang.
Petugas penyelamat berusaha keras menjangkau beberapa anak yang diyakini masih hidup di bawah reruntuhan pada Kamis (21/) dini hari, sekitar 36 jam setelah gempa tersebut melanda. Dengan menggunakan pemindai panas, mereka menemukan tanda-tanda kehidupan di beberapa lokasi.
"Mereka hidup! Hidup!" teriak relawan Perlindungan Sipil Enrique Garcia, 37. "Seseorang menabrak dinding beberapa kali di satu tempat, dan di tempat lain ada respons terhadap sinyal cahaya," tuturnya.
"Kami sudah melakukan ini sejak kemarin, tapi kami tidak bisa mencapainya, karena mereka terjebak di antara dua lempengan," lanjutnya.
Sejauh ini, 11 anak dan setidaknya satu guru telah diselamatkan dari puing-puing Enrique Rebsamen SD dan SMP. "Tidak ada yang bisa membayangkan rasa sakit yang saya alami saat ini," kata seorang ibu, Adriana Fargo, yang berdiri di luar sekolah yang masih tersisa menunggu kabar putrinya yang berusia tujuh tahun.
Di lingkungan Condesa, Karen Guzman duduk di bangku di jalan sambil membelakangi salah satu bangunan yang roboh. Dia mengatakan tidak dapat menahan ketegangan pencarian sekitar 30 orang yang dianggap berada di bawah reruntuhan, di antaranya adalah saudara laki-lakinya.
Di sampingnya ada dua tiang jalan yang ditandai dengan daftar orang-orang yang diselamatkan. Tapi mereka tidak memasukkan nama kakaknya Juan Antonio, seorang akuntan berusia 43 tahun yang bekerja di lantai atas gedung berlantai empat itu.
"Ibuku mencarinya di rumah sakit karena kami tidak mempercayai daftar itu. Terkadang saya rasa tidak ada yang tahu," imbuhnya.
Petugas darurat melaporkan bahwa beberapa korban telah diselamatkan berkat pesan WhatsApp yang mereka kirim ke kerabat saat terjebak di bawah reruntuhan.
Tim penyelamat dibantu oleh ribuan warga sipil biasa yang menggali melalui puing-puing di samping mereka. Orang-orang Meksiko lainnya turun ke jalan dengan membawa makanan dan air untuk para korban dan pekerja darurat.
Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto berkeliling ke daerah yang paling parah terkena bencana dan mengumumkan tiga hari berkabung nasional.
"Prioritas tetap menyelamatkan nyawa, dan lebih dari 50 orang telah diselamatkan dari bangunan yang roboh di ibu kota," paparnya dalam sebuah pidato nasional. Ia bersikeras masih ada harapan untuk menarik orang-orang yang selamat dari puing-puing tersebut.
Banyak penduduk menghabiskan malam kedua di taman dan plaza, di tenda atau tempat penampungan sementara. Mereka tak dapat atau tidak mau kembali ke rumah saat pihak berwenang memeriksa sekitar 600 bangunan yang dindingnya bergoyang dan retak saat gempa melanda.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengontak Pena Nieto untuk menawarkan bantuan dan penyelamatan. Cile dan El Salvador menjanjikan bantuan. Honduras mengirim 36 pekerja penyelamat, dan Israel mengatakan pihaknya mengirim sebuah tim yang terdiri dari 70 tentara termasuk insinyur dan spesialis pencarian dan penyelamatan yang akan tiba pada Jumat (22/9). (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved