Menlu Retno Temui PM Bangladesh

Willy Haryono
05/9/2017 00:06
Menlu Retno Temui PM Bangladesh
()

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi meninggalkan Yangon dan bertolak menuju Dhaka untuk menemui Perdana Menteri Syekh Hasina serta Menlu Bangladesh Abul Hassan Mahmood Ali, hari ini.

Ini merupakan kelanjutan dari usaha Indonesia dalam berkontribusi mencari solusi atas kekerasan dan krisis kemanusiaan di Rakhine.

Bangladesh adalah salah satu destinasi utama dari Muslim Rohingya yang berusaha melarikan diri dari operasi militer Myanmar di Rakhine. Operasi digelar dalam merespons serangan sekelompok militan yang menyerang beberapa pos polisi Myanmar pada 25 Agustus.

Senin kemarin, Menlu Retno telah bertemu pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi di Naypyidaw dan menyampaikan usulan formula 4+1.

"Empat usulan pertama mengenai perdamaian dan keamanan, kedua perlindungan maksimum, menahan diri dan tanpa kekerasan, ketiga perlindungan tanpa memandang etnis dan agama, serta akses penyaluran bantuan kemanusiaan," ujar Menlu Retno dalam wawancara khusus dalam program Metro Hari Ini.

Satu usulan lainnya adalah implementasi laporan Kofi Annan, Ketua Komisi Penasihat Negara Bagian Rakhine yang ditunjuk Pemerintah Myanmar sendiri. Menurut Menlu Retno, Suu Kyi menanggapi positif usulan dengan formula 4+1 yang disampaikan Indonesia.

Selain dengan Suu Kyi, Menlu Retno telah bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar dan tiga menteri terkait krisis di Rakhine, yang hingga sejauh ini telah menewaskan sekitar 400 orang.

Sementara itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan 87 ribu pengungsi Rohingya telah menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh. Di sana, mereka tinggal di sejumlah kamp penampungan.

Meski Bangladesh sudah menyatakan akan menutup perbatasannya, namun petugas perbatasan masih mengizinkan masuk sejumlah pengungsi Rohingya. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya