Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Tiongkok, satu-satunya sekutu utama Korea Utara, mengecam uji coba nuklir, yang oleh pihak Korut disebut sebagai Bom Hidrogen, dan menyebut sikap Pyongyang mengabaikan oposisi masyarakat internasional.
“Korea Utara telah mengabaikan oposisi masyarakat internasional yang meluas, kembali melakukan uji coba nuklir. Pemerintah Tiongkok mengekspresikan penentangan tegas dan kecaman keras terhadap hal ini," kata Kementerian Luar Negeri di Beijing.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengutuk uji coba nuklir yang disebut ‘sangat tidak dapat diterima’. Tokyo mengatakan program nuklir dan misil negara itu sekarang menimbulkan ancaman serius dan urgen terhadap ‘Negeri Sakura’.
"(Korea Utara) mengabaikan peringatan berulang-ulang masyarakat internasional dan tetap berkeras melakukan uji coba nuklir. Ini sama sekali tidak dapat diterima," tegas Abe kepada wartawan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyeru tanggapan ‘sangat tegas’ oleh masyarakat internasional terhadap Korut.
"Masyarakat internasional harus tegas menangani provokasi terbaru ini, agar Korut dapat kembali ke perundingan tanpa syarat dan melanjutkan melucuti program nuklir dan balistiknya secera menyeluruh," kata Macron dalam sebuah pernyataan.
Sementara Rusia mendesak semua pihak bersikap tenang saat Moskow mengutuk Korea Utara. "Demonstrasi terbaru oleh Pyongyang yang tidak menghiraukan resolusi yang relevan dari Dewan Keamanan PBB dan norma hukum internasional patut mendapat penghukuman paling keras," kata kementerian luar negeri di Moskow.
Sebelumnya, Dalam sebuah pengumuman ‘penting’, Pyongyang mengatakan mereka melakukan uji coba nuklir keenam, yang mereka sebut bom Hidrogen, pada pukul 12:00 siang waktu setempat, menyebutnya sebagai sukses ‘sempurna’.
Pengumuman tersebut muncul beberapa jam setelah gempa artifisial berkekuatan 5,7 skala Richter terdeteksi di dekat lokasi nuklir Pyonyang di wilayah timur laut.
"Uji coba H-bomb (bom hidrogen) dilakukan untuk menguji dan mengonfirmasi keakuratan dan kredibilitas teknologi kontrol daya, dan desain struktur internal yang baru diperkenalkan untuk membuat H-bomb untuk dipasang sebagai muatan ICBM," ujar kantor berita pemerintah Korut, Korean Central News Kata Agency. (AFP/Yonhap/OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved