Boko Haram Dukung Islamic State

ANDHIKA PRASETYO
09/3/2015 00:00
Boko Haram Dukung Islamic State
Pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau(AP/Millitant video)
KELOMPOK ekstremis yang berbasis di Nigeria, Boko Haram, mendeklarasikan kesepahaman mereka dengan kelompok milisi Islamic State (IS) dalam sebuah video yang diunggah, Sabtu (7/3). "Kami mengumumkan kesepahaman dan kesetiaan kami atas khalifah muslim, Ibrahim bin Awad bin Ibrahim al-Husseini al-Qurashi, pemimpin Islamic State," ujar pemimpin Boko Haram, Abu Bakar Shekau, dalam rekaman itu. Dia merujuk nama lain pemimpin kelompok IS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Video berdurasi 8 menit tersebut disebarluaskan melalui Twitter yang digunakan Boko Haram dengan terjemahan bahasa Inggris, Prancis, dan Arab. Dalam video, sosok Shekau tidak diperlihatkan.

Meski begitu, pengamat dari lembaga think tank Washington Institute of Near East Policy, Aaron Zelin, berpendapat masih terlalu dini untuk menilai efek deklarasi yang diungkap Shekau tersebut.

Selama ini, Boko Haram selalu dikaitkan dengan kelompok milisi Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM), yakni sayap Al-Qaeda di Afrika Utara, juga Al-Shabaab yang berbasis di Somalia, tetapi koneksi dua kelompok milisi tidak pernah terbukti. Kini secara terang-terangan Boko Haram mengumumkan berada di sisi yang sama dengan IS. "Yang pasti, mereka menjadi target yang lebih jelas," lanjut Zelin.

Adapun pengamat kelompok ekstremis Max Abrahms dari Universitas Northeastern, AS, menilai deklarasi kesepahaman tersebut masuk akal. Menurut Abrahms, kedua kelompok militan tersebut merupakan sekutu alami. Hubungan yang lebih formal lewat deklarasi dukungan seperti yang dilakukan Shekau, kata Abrahms, dapat menarik perhatian dunia menjadi lebih besar terhadap aksi-aksi Boko Haram di Nigeria.

Serangan meningkat
Sebelum deklarasi Shekau muncul, seorang perempuan dengan bahan peledak dipasang di tubuhnya meledak di Pasar Ikan Baga di wilayah Borno, Maiduguri, Nigeria, Sabtu (7/3) pukul 11.20 waktu setempat. Satu jam kemudian, ledakan kedua terjadi di pasar lain, dan berselang 1 jam lagi, terjadi ledakan ketiga di dekat Terminal Bus Borno Express.

Menurut komisaris polisi Borno, Clement Adoda, ada indikasi ledakan kedua dan ketiga pun merupakan bom bunuh diri seperti yang pertama, tetapi itu belum dapat dikonfirmasi. "Jumlah korban tewas 58 orang dan 139 lainnya luka-luka dalam ketiga insiden," ujar Adoda. Ia juga menambahkan keadaan sudah kembali pulih.

Dalam beberapa hari terakhir, kelompok Boko Haram dipukul mundur dari wilayah-wilayah yang sebelumnya mereka kuasai. Komisaris kehakiman untuk Negara Bagian Borno, Kaka Shehu, menuding Boko Haram balas dendam karena kelompok ekstremis itu telah dipukul mundur militer. "Mereka telah dipukul mundur dari wilayah kekuasaan dan kini mereka melampiaskan kemarahan," kata Shehu.

Nigeria menunda pemilihan umum yang sedianya diselenggarakan pada Februari lalu menjadi 28 Maret mendatang dengan alasan pemerintah butuh waktu untuk melemahkan Boko Haram supaya pemilu dapat digelar dengan aman. (AFP/I-1)

andhika@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya