PBNU: PBB dan ASEAN Mesti Proaktif Akhiri Kekerasan Rohingnya

Antara
28/8/2017 12:55
PBNU: PBB dan ASEAN Mesti Proaktif Akhiri Kekerasan Rohingnya
(Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini -- ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mendesak penghentian kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar seiring terjadinya eskalasi ketegangan di wilayah tersebut.

"Penyerangan dan kekerasan yang menimpa Muslim Rohingnya harus segera diakhiri," kata Helmy di Jakarta, hari ini.

Dia mengatakan PBNU juga mengutuk keras kejadian yang terjadi di Rakhine yang merupaman salah satu negara bagian Myanmar itu.
Apapun alasannya dan motifnya, kata dia, kekerasan tidak bisa dibenarkan dan ditolelir.

"Kami mendesak pihak-pihak terkait, utamanya pemerintah Myanmar, Dewan Kemanan PBB dan juga ASEAN untuk proaktif dan mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan tragedi kemanusiaan ini," kata dia.

Perbedaan keyakinan dan ideologi, kata dia, tidak bisa dijadikan alasan untuk memberangus. "Saya mengutip Sayyidina Ali bahwa mereka yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan. Ini penting diungkapkan untuk menunjukkan bahwa betapa kemanusiaan adalah basis utama untuk membangun apa yang disebut dengan perdamaian," kata dia.

Ribuan orang meninggalkan rumahnya di Rakhine seiring memburuknya stabilitas di kawasan itu dalam beberapa hari terakhir. Terlebih, pada Jumat (25/8), terjadi penyerangan terhadap sejumlah kantor polisi oleh pejuang Rohingya.

Motif penyerangan diduga sebagai respon atas intimidasi aparat Myanmar terhadap etnis Rohingya di sejumlah tempat. Etnis Rohingya semakin menemui nasib yang tidak menentu setelah di Rakhine terjadi eskalasi kekerasan sementara saat mereka mengungsi dengan melintas ke sejumlah perbatasan negara, termasuk Bangladesh, justru diusir oleh aparat keamanan setempat.

Orang Rohingya tidak diakui sebagai warga negara di Myanmar yang mayoritas warganya berbeda latar belakang dengan etnis tersebut. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya