Pesawat Penjelajah Dawn Dekati Ceres

MI
08/3/2015 00:00
Pesawat Penjelajah Dawn Dekati Ceres
(AFP)
PESAWAT penjelajah angkasa luar milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Dawn, sukses memasuki orbit planet kerdil Ceres, Jumat (6/3). Peristiwa itu merupakan bagian dari misi menyingkap sabuk utama asteroid di tata surya.

Dalam misi itu, NASA mengatakan Dawn akan melakukan kegiatan pengumpulan data dan foto penting tentang kondisi dan struktur planet kerdil itu.

Pesawat penjelajah Dawn, yang pertama kali mengorbit ke sebuah planet kerdil tersebut, akan tetap berada di orbit Ceres selama 16 bulan untuk mempelajari struktur dan mengumpulkan petunjuk untuk membantu umat manusia lebih memahami bagaimana Bumi dan planet-planet lainnya diciptakan.

Selama beberapa bulan mendatang, Dawn akan 'merangkak' ke arah permukaan Ceres untuk melakukan kerja ilmu pengetahuan, yaitu mengumpulkan gambar dan data pada fitur geologi planet, mengamati mineral, dan mempelajari medan gravitasi planet kerdil itu.

Pada November, pesawat penjelajah itu akan berada sedekat 370 kilometer dari permukaan Ceres dan membangun peta topografi planet itu.

Dawn menghabiskan wak-tu 7,5 tahun dan jarak 5 miliar kilometer untuk mencapai orbit Ceres.

Setelah meninggalkan Bumi, pesawat penjelajah angkasa luar itu sempat berhenti dulu di Asteroid Vesta untuk melaksanakan misi eksplorasi.

Dawn ditangkap gravitasi Ceres pada Jumat (6/3) pukul 19.39 WIB.

Sekitar 1 jam setelah mencapai Ceres, Dawn mengirim sinyal ke ruang kendali misi NASA di Pasadena, California, untuk 'mengabarkan' bahwa pesawat itu dalam kondisi baik.

"Ceres 'mengulurkan tangan' dan dengan lembut menarik Dawn ke pelukan gravitasi permanennya, sehingga pesawat ruang angkasa itu berada di orbit dan akan menghabiskan sisa masa operasional di sana," kata Kepala Pengendali Dawn, Marc Rayman.

Kepala Investigator Dawn dari Universitas California, Chris Russell, antusias dengan kesuksesan pesawat jelajah tersebut.

"Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dikerjakan selama satu tahun setengah mendatang. Namun, kita sekarang berada di pangkalan dengan sebuah rencana kuat untuk mendapatkan tujuan ilmu pengetahuan kita." (AFP/Hym/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya