Berswafoto Saat Banjir, Dua Remaja Bangladesh Tewas

Anastasia Arvirianty
17/8/2017 18:46
Berswafoto Saat Banjir, Dua Remaja Bangladesh Tewas
(Ist)

DUA remaja Bangladesh meninggal dunia karena melakukan swafoto (selfie) saat banjir tengah mengamuk, dan membuat jumlah korban tewas akibat hujan monsoon baru-baru ini mencapai 56 orang dengan hampir 5 juta orang terkena dampaknya.

Polisi mengatakan bahwa anak laki-laki berusia 15 tahun tengah melakukan swafoto di sebuah jalan yang banjir di kota utara Melandah pada Rabu (16/8) ketika mereka hanyut oleh arus kuat.

Kepala polisi setempat, Mazharul Karim, mengatakan, jenazah mereka ditemukan oleh penyelam setelah melakukan pencarian sepanjang hari.

"Dengan sekolah yang ditutup karena banjir, dan jalan di bawah air, mereka pikir merupakan sebuah ide bagus apabila berswafoto di jalan yang banjir," kata Mohan Talukder, kepala sekolah Umir Uddin.

Sayangnya, arus besar menyapu mereka berdua ke dataran banjir pinggir jalan. Beberapa penduduk desa mencoba menyelamatkan mereka, tapi satu di antaranya juga hanyut oleh air banjir.

Hampir setengah dari Bangladesh terkena dampak banjir, dan badan cuaca pemerintah telah memperingatkan bahwa yang terburuk mungkin akan terjadi, dengan dua sungai besar berada pada titik puncak.

"Situasi banjir di wilayah tengah negara itu bisa memburuk dalam beberapa hari ke depan," kata Sazzad Hossain, kepala Pusat Peramalan dan Peringatan Banjir.

Di negara bagian Uttar Pradesh setelah tiga sungai membengkak dari perairan Nepal, kata petugas bantuan bencana Mohammad Zameer Ahmad. Setidaknya enam kematian telah terjadi sejak Rabu (16/8), dan lebih dari 300 desa terisolasi dalam waktu singkat dan ribuan orang terpaksa pindah ke tempat yang lebih tinggi.

Adapun, banjir dan tanah longsor telah menewaskan lebih dari 250 orang di India, Nepal selatan dan Bangladesh, sementara jutaan lainnya telah mengungsi sejak dimulainya musim hujan pada Juni.

Tanah longsor yang mematikan dan banjir umum terjadi di Asia Selatan selama musim hujan yang membentang dari bulan Juni hingga September. Kebanyakan orang meninggal karena tenggelam, atau setelah tertangkap di rumah yang roboh atau di bawah pohon yang digulingkan.

Pemerintah telah membuka hampir 1.500 tempat penampungan dengan persediaan makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya, namun di daerah lain mengeluh bahwa bantuan belum sampai ke desa mereka.

Pada Kamis (17/8), helikopter Angkatan Udara menjatuhkan paket makanan di desa-desa yang terkena banjir di negara bagian Bihar timur dimana 78 orang telah meninggal sejak bulan Juni. Hampir 500 telah dikerahkan untuk membantu ribuan pekerja penyelamat mengevakuasi hampir 275.000 orang dari 14 dari 28 negara bagian, kata Arun Kumar Singh, seorang pejabat pemerintah negara bagian. (AFP/AP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya