Raja Abdullah dan Presiden Donald Trump Bahas Situasi Al-Aqsa

Haufan Hasyim Salengke/AFP/AP
29/7/2017 21:10
Raja Abdullah dan Presiden Donald Trump Bahas Situasi Al-Aqsa
(AP/Mahmoud Illean, File)

PRESIDEN Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara melalui telepon dengan Raja Yordania Abdullah II membahas peristiwa kawasan dalam dua pekan terakhir.

Dalam percakapan Jumat (28/7) waktu setempat, Raja Abdullah II telah memberi tahu Presiden Trump bahwa koordinasi lebih lanjut penting untuk mencegah ketegangan baru di situs suci Al-Aqsa di Jerusalem.

Penguasa Yordania, yang bertindak sebagai penjaga dan pemelihara Kompleks Masjid Al-Aqsa, juga mengatakan kepada Trump bahwa dia mengapresiasi ‘peran kunci’ yang dimainkan AS dalam meredakan krisis terbaru.

Abdullah mengatakan kepada Trump bahwa penting untuk mempertahankan status quo di wilayah Jerusalem, yang sering menyoroti ketegangan antara Israel dan Palestina.

Sementara itu, dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, Selasa (1/8), Indonesia akan mengusulkan perlindungan internasional untuk kompleks Masjid Al-Aqsa di Jerusalem.

Langkah itu dipandang untuk membantu menghindari bentrokan lebih lanjut antara pihak berwenang Israel dan jemaah Palestina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, Indonesia akan mendesak masyarakat internasional dan PBB untuk memberikan pengawasan dan perlindungan bagi Al-Aqsa.

"Kita harus mendapatkan kepastian bahwa situasi Al-Aqsa secara bertahap semakin membaik," ujarnya.

Indonesia terus menyerukan persatuan di antara negara-negara OKI untuk mempertahankan status quo Masjid Al-Aqsa dan mendorong kemerdekaan Palestina.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah Indonesia selalu mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina meski tekanan asing menyerukan agar Indonesia tidak berpihak kepada Palestina.

"Indonesia akan selalu berpihak kepada Palestina," tegas Kalla, usai menerima tanda kehormatan dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7).

Ia menekankan meski dukungan untuk perjuangan kemerdekaan Palestina terus berdatangan, rakyat Palestina harus bersatu untuk melawan agresi Israel.

Sementara itu, sejumlah elemen mahasiswa di Maluku Utara yang tergabung dalam Pemuda Malut Peduli Palestina, menggelar aksi galang dana bagi perjuangan masyarakat Palestina atas penutupan pintu masuk Masjid Al-Aqsa.

Koordinator lapangan penggalangan dana itu, Muhammad Subhan dalam orasinya di Ternate, Sabtu, mengatakan penggalangan dana ini selanjutnya akan diserahkan ke pengurus BKM Al-Munawwar untuk diserahkan ke Palestina. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya