Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Irak, Kamis (5/3) waktu setempat, mengatakan kelompok Islamic State (IS) menghancurkan situs arkeologi kota kuno Nimrud di wilayah utara negara itu dengan menggunakan alat berat dan kendaraan militer.
Sebelumnya, kelompok yang tidak segan membunuh warga sipil itu telah lebih dahulu merusak dan menjarah artefak kuno di Kota Mosul pada Kamis (26/2).
Sebuah pernyataan dari Kementerian Pariwisata dan Purbakala tidak merinci tingkat kerusakan, hanya mengatakan bahwa kelompok garis keras itu terus 'menentang kehendak dunia dan rasa kemanusiaan' dengan aksi terbaru itu.
Para pakar mengatakan penghancuran situs salah satu kota terbesar era Mesopotamia itu mengingatkan akan penghancuran patung Buddha besar di Afghanistan oleh kelompok Taliban, belasan tahun yang lalu.
Tindakan itu dikecam karena menghilangkan identitas komunitas tertentu dan memutuskan sejarah.
"IS menyerang kota bersejarah Nimrud dan meratakannya dengan kendaraan berat," kata Kementerian Pariwisata dan Barang Antik di laman Facebook resmi mereka.
Seorang pejabat barang antik Irak yang mengonfirmasi berita tersebut mengatakan aksi penghancuran dimulai setelah tengah hari.
Dia juga menengarai kelompok yang bersalin nama dari Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) itu mengangkut atau menjarah artefak yang ada di situs itu dengan kendaraan truk.
"Sampai saat ini, kita tidak tahu sampai sejauh mana tingkat kehancurannya," kata pejabat itu tanpa menyebut identitas.
Permata Assyria
Nimrud, salah satu permata dari era Assyria, didirikan pada abad ke-13 sebelum masehi (SM) dan terletak di Sungai Tigris, sekitar 30 kilometer tenggara Kota Mosul.
Kota tersebut merupakan markas utama kelompok IS di 'Negeri 1.001 Malam' itu.
"Saya menyesal untuk mengatakan masalah ini kepada semua orang. Mereka (IS) berencana untuk menghancurkan warisan pusaka Irak, sebuah situs bersejarah," kata Abdulamir Hamdani, seorang arkeolog Irak dari Universitas Stony Brook, New York, Amerika Serikat.
Hamdani mengatakan situs kota kuno Hatra akan menjadi target IS berikutnya.
Hatra ialah sebuah kota indah di Provinsi Nineveh yang berusia lebih dari 2.000 tahun dan telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.
Kekhwatiran Hamdani juga dirasakan oleh Direktur Badan Kebudayaan Irak di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Axel Plathe. Dia mengatakan serangan dan perusakan di Nimrud merupakan aksi mengerikan terhadap warisan kuno Irak lainnya.
Di lain hal, pasukan Irak terus mengintensifkan serangan terhadap IS, Jumat (6/3).
Militer pemerintah berharap bisa mencapai pinggiran Kota Tikrit dalam tempo beberapa jam.
Merebut kembali Tikrit dari tangan IS merupakan salah satu agenda besar sebelum menggempur Mosul, markas utama IS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved