Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Tepi Barat dan Jerusalem kembali memanas pada Jumat (21/7) waktu setempat setelah bentrokan antara pasukan Israel dan warga Palestina menewaskan tiga orang dan melukai ratusan orang lainnya.
Bentrokan terjadi setelah kementerian Israel memutuskan untuk tidak memindahkan detektor logam yang dipasang di pintu masuk Masjid Al-Aqsa yang berada di kompleks Haram al-Sharif.
Mengantisipasi bentrokan meluas, polisi Israel pada Jumat (21/7) kemudian melarang orang-orang Palestina yang berusia di bawah 50 tahun memasuki Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan salat Jumat.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, ketiga warga Palestina tersebut masing-masing ditembak mati oleh polisi Israel di wilayah A-Tur, Jerusalem timur, di Distrik Ras al-Amud, Jerusalem timur dan di Abu Dis, Tepi Barat.
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa 391 orang terluka di Jerusalem dan Tepi Barat pascabentrokan.
Israel kemudian mengonfirmasi telah terjadi bentrokan di Abu Dis dan melaporkan 29 penangkapan di Jerusalem dan Tepi Barat. Lima polisi Israel juga dilaporkan terluka ringan setelah terkena lemparan batu dan kembang api.
Tak lama pascabentrokan mematikan, Tepi Barat kembali memanas setelah seorang warga Palestina melakukan serangan terhadap empat warga Israel yang menewaskan tiga orang pada Jumat.
Polisi Israel mengatakan pelaku memasuki sebuah rumah yang berada di pemukiman Yahudi di Neve Tsuf, Tepi Barat, sebelah utara Ramallah dan menyerang empat warga Israel.
Menurut seorang pejabat militer Israel, pelaku diidentifikasi sebagai warga Palestina berusia 19 tahun yang menjadi pendukung Hamas, gerakan Islam yang mengelola Jalur Gaza.
"Dia melompat pagar permukiman sebelum masuk ke rumah, di mana dia menusuk warga Israel saat makan malam Sabat," ujar pejabat tersebut.
Seorang pria tua dan dua anaknya tewas sementara seorang perempuan tua terluka akibat serangan tersebut.
Pelaku berhasil dihentikan setelah seorang tetangga yang juga adalah tentara Israel yang sedang tidak bertugas melepaskan tembakan. Sekarang pelaku diketahui tengah dirawat di rumah sakit.
Di lain pihak, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Sabtu (22/7), mengecam pembatasan beribadah yang diberlakukan Israel di Masjid Al-Aqsa.
"Indonesia mengecam keras. Sekali lagi Indonesia mengecam keras pembatasan beribadah di Masjid Al-Aqsa dan juga Indonesia mengecam keras jatuhnya 3 korban jiwa yang baru saja saya mendapat informasi," ujar Jokowi seusai acara peletakan batu pertama Musem Muhammadiyah di Universitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta, Sabtu siang.
Selain itu, Pemerintah Indonesia menurut Jokowi juga meminta Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menginstruksikan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk segera menggelar sidang dalam menyikapi kondisi terkini di Kompleks Masjid Al-Aqsa.
"Indonesia meminta kepada Sekjen PBB agar DK PBB dapat segera melakukan sidang membahas krisis yang ada di Kompleks Masjid Al-Aqsa," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI juga telah mengeluarkan pernyataan serupa yang menegaskan penolakan segala aksi kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Masjid Al-Aqsa serta meminta semua pihak untuk menahan diri.
"Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban, serta mendoakan agar para korban luka dapat segera pulih kembali," tulis pernyataan tersebut.
"Indonesia juga telah mendesak agar Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dapat segera lakukan pertemuan darurat untuk membahas situasi di kompleks Al-Aqsa". (AFP/Nur/AU/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved