Duterte Bersumpah tidak akan Pernah Berkunjung ke AS

Antara
21/7/2017 21:06
Duterte Bersumpah tidak akan Pernah Berkunjung ke AS
(AP)

PRESIDEN Filipina Rodrigo Duterte pada Jumat (21/7) mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah mengunjungi Amerika Serikat, yang dia sebut sebagai negara 'jelek'.

Duterte melontarkan pernyataan itu untuk merespons sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat yang akan menentang kunjungan Presiden Filipina tersebut ke Gedung Putih.

Sebelumnya, anggota Kongres dari negara bagian Massachusetts, James McGovern, mengatakan dalam rapat dengar pendapat Komisi Hak Asasi Manusia bahwa dirinya akan menentang kunjungan itu jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundang pemimpin Filipina ke Gedung Putih.

Komisi yang terdiri atas sejumlah anggota majelis rendah AS itu bertemu pada Kamis (20/7) kemarin di Washington untuk membahas kebijakan antinarkoba berdarah Duterte yang telah menewaskan ribuan warga Filipina.

Sejumlah kelompok HAM mengatakan bahwa sebagian besar kematian itu disebabkan oleh eksekusi oleh pihak kepolisian. Tudingan tersebut kemudian dibantah oleh pemerintah.

"Saya tidak punya waktu untuk mengunjungi Amerika Serikat selama menjadi presiden, ataupun setelahnya," kata Duterte, yang tidak pernah menyembunyikan kekesalannya kepada AS, meski Washington adalah sekutu lama negaranya.

"Jadi, apa yang membuat orang itu berpikir bahwa saya akan terbang ke Amerika?" kata dia kepada sejumlah wartawan, merujuk pada pernyataan McGovern.

"Saya sudah melihat Amerika dan ternyata jelek. Seharusnya Kongres Amerika Serikat memulai sendiri investigasi untuk pelanggaran hak asasi manusia di mana banyak orang tewas oleh persekusi di Timur Tengah," kata dia.

"Jika tidak, saya terpaksa harus menginvestigasi Anda (Amerika Serikat). Saya akan memulai dengan dosa-dosa lama Anda," kata Duterte.

Trump mendapat kritik tajam di Washington saat dia mengundang Duterte ke Gedung Putih saat kedua pemimpin itu berbicara melalui hubungan telepon pada April lalu. Dia tidak mengungkapkan kapn undangan resmi akan dikirim.

Sementara itu, juru bicara Duterte, mengatakan bahwa Trump memuji kinerja pemimpin Filipina. Sebuah bocoran transkrip yang diperoleh The New York Times menunjukkan bahwa Trump sempat mengatakan bahwa Duterte 'melakukan pekerjaan luar biasa terkait persoalan narkoba'. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya