Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TENTARA Venezuela ditempatkan dalam kondisi darurat setelah empat granat dilontarkan di gedung Mahkamah Agung Venezuela dari helikpoter. Hal itu diungkapkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada Selasa (27/6) di tengah meluasnya kekerasan di negara kaya minyak di Amerika Selatan itu.
Helikopter menyerang sehari setelah Maduro mengumumkan penahanan lima lawan politiknya yang dituding merencanakan perlawanan untuk memuluskan jalan invasi Amerika Serikat. Presiden yang dikepung oleh upaya kudeta selama berminggu-minggu mengungkapkan helikopter diterbangkan oleh pilot yang bekerja untuk mantan menteri.
Sekitar 15 tembakan diarahkan ke Kementerian Dalam Negeri. "Saya telah mengaktifkan seluruh angkatan bersenjata untuk mempertahankan perdamaian. Cepat atau lambat, kita akan menangkap helikopter itu dan mereka yang melakukan serangan teror ini," katanya dari istana presiden Miraflores.
Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Pemerintah mengidentifikasi pilot helikopter sebagai mantan anggota angkatan kepolisian utama Venezuela atau CICPC.
Maduro meminta aliansi oposisi MUD untuk mengecam serangan tersebut tapi salah satu pemimpinnya, Freddy Guevara mengaku belum cukup informasi untuk berkomentar.
Guevara mendesak orang-orang ikut serta dalam demonstrasi anti-pemerintah setelah tiga bulan demonstrasi menyebabkan 76 orang tewas. Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah helikopter terbang di atas Caracas dengan spanduk bertuliskan '350 Freedom'.
Itu mengacu pada klausul konstitusional oleh oposisi yang mengkritik legitimasi pemerintah yang kurang. Foto-foto juga menunjukkan dua orang di helikopter, satu ditutupi topeng sedangkan yang lain tidak.
Video di media sosial menunjukkan seorang laki-laki mengaku sebagai detektif CICPC dan mengatakan dia melawan tirani, menginginkan Maduro untuk mengundurkan diri, dan Venezuela mengadakan pemilihan lebih awal.
Anti AS
Maduro kembali memeringatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump atas dukungan upaya kudeta terhadap pemerintahannya, pada Selasa (27/6). "Jika Venezuela diseret ke dalam kekacauan dan kekerasan ... kami akan bertarung," ungkapnya.
Jika kudeta menghalangi terjadinya reformasi maka tim pendukung Maduro tidak segan angkat senjata. Maduro juga mengungkapkan intervensi bersenjata di negaranya akan semakin memicu krisis akibat konflik di Timur Tengah.
"Anda bertanggung jawab untuk menahan kegilaan sayap kanan Venezuela," imbuh Maduro yang ditujukan kepada Trump. Pihak oposisi secara teratur menuduh Maduro menindas dan memenjarakan lawan.
LSM peradilan Foro Penal mengatakan ada 383 tahanan politik di Venezuela. Para tahanan akan menghadapi pengadilan militer atas rencana kudeta yang diduga, didukung para pemimpin oposisi Venezuela dan demi menghentikan intervensi AS.
"Saya tidak berlebihan saat saya mengatakan akan melibatkan kapal dan tentara Amerika di perairan Venezuela, di tanah Venezuela," kata Maduro. Kepala Organisasi Amerika Serikat, Luis Almagro, yang mengkritik pemerintah Venezuela, diminta turun oleh Maduro sebagai imbalan dari keanggotaan di kawasan.
Almagro dengan tegas menolak permintaan tersebut. Kendati demikian, Majelis Umum OAS belum juga meraih kesepakatan rencana mengatasi ketidakstabilan di Venezuela pada pekan lalu. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved