Ransomware 'Petrwrap' Serang Pelabuhan India dan Ancam Seluruh Dunia

Irene Harty/AFP
28/6/2017 18:40
Ransomware 'Petrwrap' Serang Pelabuhan India dan Ancam Seluruh Dunia
(AFP/Rob Engelaar)

GELOMBANG serangan siber kembali terjadi dan melanda sistem komputer seluruh dunia dan saat ini tengah mengganggu operasi pelabuhan kontainer terbesar di India pada Rabu (28/6). Para ahli teknologi informasi menyebut virus sebagai Petrwrap.

Virus itu versi modifikasi dari asuransi Petya yang muncul tahun lalu dan meminta uang agar data korban kembali. Namun, perusahaan keamanan dunia maya, Kaspersky Lab menganggap virus ini bukan varian dari Petya tapi sebuah ransomware baru yang belum pernah terlihat.

Kementerian Pelayaran India mengatakan sebuah terminal swasta yang dikelola oleh raksasa transportasi laut Denmark, A.P. Moller-Maersk di Jawaharlal Nehru Port Trust (JNPT), Mumbai terkena dampaknya. Maersk mengungkapkan di Twitter serangan itu memengaruhi beberapa situs dan unit bisnis, tanpa menyebutkan detail.

"JNPT telah diinformasikan oleh operator terminal swasta bahwa gangguan ini adalah konsekuensi dari gangguan di seluruh dunia yang dihadapi oleh mereka karena serangan siber," isi pernyataan kementerian.

"Sementara operator terminal mengambil langkah untuk mengatasi masalah yang mengganggu operasi, antisipasi adanya muatan kargo dalam dan luar yang terikat juga ditinjau."

Kementerian Pelayaran India menyatakan terus berusaha meminimalisir gangguan di bidang perdagangan, pengangkut, dan masyarakat lokal dari virus tersebut.

Serangkaian serangan siber dimulai di Rusia dan Ukraina pada Selasa (27/8), menginfeksi sistem komputer pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia saat virus sampai ke Eropa barat dan melintasi Atlantik.

Perusahaan multinasional yang menjadi target adalah AS Merck, Rosneft, WPP Inggris, dan Saint-Gobain. Laporan pertama datang dari bank Ukraina, bandara utama Kiev, dan Rosneft setelah sebelumnya virus WannaCry menjadi viral. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya