Indonesia Kecam Serangan Bunuh Diri di Makkah

Antara/Rtr
24/6/2017 22:44
Indonesia Kecam Serangan Bunuh Diri di Makkah
(AFP)

PEMERINTAH Indonesia mengecam rencana aksi serangan bom bunuh diri di Mekkah, Sabtu (24/6).

Meski rencana aksi terorisme berhasil digagalkan, pelaku telah melakukan perlawanan terhadap aparat keamanan dan meledakkan diri di rumah tempat persembunyiannya. Aksi bunuh diri itu melukai 11 orang dan meruntuhkan bangunan tersebut.

Dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (24/6), Kementerian Luar Negeri menyebutkan tidak terdapat laporan adanya WNI yang menjadi korban. Bagi WNI di Arab Saudi yang membutuhkan bantuan KBRI atau KJRI, dapat menghubungi nomor Hotline KBRI Riyadh di +966 56 888 1945, atau Hotline KJRI Jeddah di +966 58 178 1945.

Sebelumnya dikabarkan, aparat keamanan Arab Saudi menggagalkan serangan bunuh diri di Masjidil Haram, tempat suci umat Islam di Kota Mekkah, Jumat (23/6).

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan dalam siaran televisi pemerintah, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa tiga pelaku telah merencanakan serangan terhadap jamaah dan pasukan keamanan di masjid tersebut, saat Ramadan mendekati puncaknya.

Calon pelaku serangan bom bunuh diri yang terjebak, melakukan baku tembak dengan pasukan keamanan. Ia lalu memicu alat peledak saat dikepung di sebuah rumah di Ajyad al-Masafi, di pusat Kota Mekah dekat masjid, yang selama ini dijadikan basis serangan.

Bangunan itu roboh, melukai enam warga asing dan lima anggota pasukan
keamanan. Sebelumnya pada hari itu, pasukan keamanan telah menembak mati pria yang telah buron di tempat persembunyian terduga teroris lainnya di al-Aseelah, Mekah. Kementerian juga mengatakan bahwa pelaku ketiga telah diamankan di kota Jeddah, namun tidak memberi keterangan lebih lanjut.

Lima tersangka termasuk seorang wanita ditangkap. Al Arabiya menyiarkan cuplikan umat Muslim ketika beribadah di masjid itu, tanpa gangguan. Belum diketahui siapa yang berada di balik rencana penyerangan masjid itu. Namun kelompok IS, yang menginginkan pembentukan kekhalifahan teokratis yang diperintah menurut hukum Islam garis keras, di masa lalu pernah melakukan serangan terhadap Arab Saudi.

Pada Mei 2016, pasukan keamanan Arab Saudi menembak mati dua orang terduga kelompok IS di luar Mekah. Sedangkan dua lainnya meledakkan diri di luar Mekah. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya