Indonesia Dukung Filipina Cari Solusi

23/6/2017 13:46
Indonesia Dukung Filipina Cari Solusi
(AFP)

INDONESIA siap mendukung Filipina mencapai solusi yang berkesinambungan di Filipina Selatan.

Penegasan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kepada Menlu Filipina Alan Peter Schram Cayetano, saat melakukan serangkaian pertemuan sebelum berlangsungnya pertemuan trilateral Indonesia, Filipina dan Malaysia, di Manila, Kamis (22/6).

Pertemuan itu untuk menanggapi perkembangan situasi keamanan di Marawi. Selain bertemu Menlu Filipina, Menteri Retno juga bertemu Menhan Filipina Delvin Lorenzana dan Penasehat Presiden Filipina untuk Proses Perdamaian di Filipina Selatan Jesus Dureza.

Dalam pertemuan dengan ketiga pejabat Filipina tersebut, Menlu RI menyampaikan keprihatinan serta rasa solidaritas Indonesia atas perkembangan situasi keamanan di Marawi dan Filipina Selatan pada umumnya. Menlu RI juga membahas berbagai upaya bersama yang dapat dilakukan kedua negara dan mencegah dampak situasi tersebut ke negara-negara sekitar Filipina.

Sementara itu, ketiga pejabat Filipina menyampaikan penghargaan atas solidaritas yang ditunjukkan Indonesia dengan memprakarsai pertemuan trilateral.

Menlu Filipina secara khusus menyampaikan keinginan untuk belajar dari keberhasilan Indonesia menanggulangi terorisme dan mencegah radikalisme serta ekstrimisme. Sementara, Menhan Filipina selain menyampaikan perkembangan terakhir di Marawi, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai usulan kerja sama yang diprakarsai Menlu RI.

Dalam pertemuan dengan Jesus Dureza, Menlu RI secara khusus meminta informasi terakhir terkait pembahasan Bangsamoro Basic Law (BBL), rancangan undang-undang yang diharapkan dapat memberikan otonomi khusus bagi Bangsa Moro di Filipina Selatan.

Menlu RI menyampaikan bahwa karena kedekatan geografis maupun sosial-budayanya, secara tradisional Indonesia menaruh perhatian terhadap perkembangan situasi di Filipina Selatan. Menlu RI juga menyampaikan kesediaan Indonesia untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan dalam rangka mencapai solusi yang berkesinambungan di Filipina Selatan.

Sejumlah kerja sama yang ditawarkan Menlu, antara lain bantuan kemanusiaan pemerintah/masyarakat Indonesia untuk membantu sekitar 200 ribu warga Marawi yang terkena dampak situasi keamanan baru-baru ini. Selain itu kerja sama pendidikan Islam, serta langkah-langkah mempromosikan pembangunan sosial ekonomi di kawasan dengan pengarusutamaan kerja sama antara daerah yang berbatasan di ketiga negara. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya