Bom Mobil Tewaskan 20 Orang di Afghanistan

Anastasia Arvirianty
22/6/2017 18:54
Bom Mobil Tewaskan 20 Orang di Afghanistan
(AFP PHOTO / NOOR MOHAMMAD)

DUA puluh orang tewas akibat sebuah bom mobil yang ditabrakkan di kantor New Kabul Bank, di Kota Lashkar Gah, Afghanistan. Sedikitnya 50 orang yang terluka dilarikan ke rumah sakit setelah ledakan tersebut terjadi.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan nahas tersebut, namun hal itu terjadi saat Taliban meningkatkan serangan musiman nasional mereka meskipun pemerintah menyerukan gencatan senjata selama bulan Ramadan.Juru bicara pemerintah Omar Zwak, seraya mewanti bahwa jumlah korban dapat meningkat.

Selama bertahun-tahun provinsi Helmand yang beribukotakan Lashkar Gah, merupakan inti dari intervensi militer Barat di Afghanistan, dan baru-baru ini semakin masuk dalam ketidakstabilan situasi.

Taliban secara efektif mengendalikan atau memperebutkan 10 dari 14 distrik di Helmand, provinsi paling mematikan untuk tentara Inggris dan AS selama dekade terakhir. Sejak mereka meluncurkan serangan musim semi mereka pada akhir April, Taliban telah meningkatkan serangan mematikan terhadap tentara Afghanistan dan pos polisi di Helmand.

Gerilyawan sebenarnya telah mengendalikan sebagian besar provinsi tersebut, tetapi dirusak oleh panen opium besar yang membantu mendanai pemberontakan, dan berulang kali mengancam untuk merebut Lashkar Gah.

Washington pun diharapkan untuk segera mengumumkan peningkatan penempatan militer AS guna memperkuat pasukan Afghanistan saat mereka berjuang untuk menahan pemberontakan tersebut. Komandan militer Amerika di Afghanistan telah meminta ribuan sepatu ekstra di tanah.

Adapun, pasukan AS di Afghanistan saat ini berjumlah sekitar 8.400, dan ada 5.000 lainnya dari sekutu NATO, jauh berbeda dengan kehadiran AS di atas 100.000 enam tahun yang lalu. Mereka terutama melayani sebagai pelatih dan penasihat.

Kepala Pentagon Jim Mattis bulan ini mengakui bahwa Amerika masih "tidak menang" di Afghanistan hampir 16 tahun setelah invasi pimpinan AS menggulingkan rezim Taliban.

Mattis juga mengatakan, "Saya akan menunjukkan strategi militer AS yang baru untuk Afghanistan, bersamaan dengan jumlah pasukan yang disesuaikan, dalam beberapa minggu mendatang kepada Presiden Donald Trump." (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya