Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASJID Agung Al-Nuri yang menjadi tempat pertama kali pemimpin kelompok Islamic State (IS) mengumumkan kekhalifaan dilaporkan hancur dan rata dengan tanah pada Rabu (21/6).
Masjid megah yang memiliki menara miring ini menurut pasukan koalisi telah dihancurkan oleh IS. Namun IS malah balik menuding pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) lah yang telah merubuhkan masjid tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir pasukan Irak memang telah berhasil mendorong IS di wilayah terakhir kekuasaan kelompok radikal tersebut di Kota Tua Mosul. "Pasukan kami maju menuju sasaran mereka jauh di Kota Tua dan ketika mereka sampai dalam jarak 50 meter dari masjid Nuri, IS melakukan kejahatan historis lainnya dengan meledakkan masjid Nuri," ujar komandan seluruh serangan Mosul, Letnan Jenderal Abdulamir Yarallah.
Tak sudi disalahkan, IS langsung mengeluarkan pernyataan melalui situs berita mereka, Amaq, yang mengatakan masjid tersebut hancur karena serangan udara AS. Di lain pihak, militer AS juga segera membantah tuduhan tersebut. "Kami tidak menyerang daerah itu," ujar juru bicara pasukan koalisi, Kolonel Angkatan Udara AS, John Dorrian.
Mayjen Angkatan Darat AS, Joseph Martin mengatakan kehancuran masjid menunjukkan kebrutalan IS. "Tanggung jawab kehancuran ini sangat jelas berada di ambang pintu IS," ujar Martin.
"Ini adalah kejahatan terhadap rakyat Mosul dan seluruh Irak, dan merupakan contoh mengapa organisasi brutal ini harus dimusnahkan," tambahnya.
Masjid Agung al Nuri adalah tempat bersejarah bagi IS. Di sinilah pemimpin IS, Abu Bakr al-Baghdadi pertama kali mengumumkan pembentukan 'khalifah'.
Baghdadi sendiri dilaporkan telah meninggalkan perang Mosul dan menyerahkan tanggungjawabnya kepada seorang komandan lokal dan memilih bersembunyi di daerah perbatasan antara Irak dan Suriah.
Penduduk Irak menyebut menara masjid, Al-Habda atau 'si bungkuk'. Dibangun pada 1172-1173, masjid ini terletak di sebuah kompleks sekolah Islam di Mosul.
Penamaan masjid ini sendiri diambil dari seorang bangsawan yang berperang melawan tentara perang salib yang melanda Turki, Suriah dan Irak.
Perdana Menteri (PM) Irak, Haider al-Abadi mengecam kehancuran Nuri dan menyebut ini adalah sebuah pernyataan kekalahan yang coba disampaikan IS. Seketika media sosial di Irak pun ramai berisikan kecaman penduduk Irak atas penghancuran masjid Nuri.
"Ini adalah salah satu simbol sejarah Irak yang paling penting. Kemarahan yang luar biasa terjadi di sini," ujar seorang koresponden Al Jazeera , Bernard Smith, dari Erbil, Irak.
Pasukan koalisi telah mengepung Kota Tua sejak Selasa (20/6) dan pejabat Irak secara pribadi telah menyatakan harapan agar masjid tersebut dapat direbut awal pekan depan, tepat ketika berakhirnya bulan Ramadan dan waktunya Idul Fitri.
Runtuhny Mosul akan menandai berakhirnya 'kekhalifahan' IS di Irak, meskipun kelompok ini masih terus menguasasi wilayah barat dan selatan kota. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved