Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS muslim yang sedang berusaha membangun masjid pertama mereka di barat laut Negara Bagian New Hampshire, Amerika Serikat (AS), menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah finansial dan resistensi dari tetangga nonmuslim mereka.
Satu dekade sudah pascastruktur bata merah mulai dibangun di pinggiran bukit yang menghadap ke Merrimack Valley, warga muslim New Hampshire telah menggalang dana sekitar US$2 juta untuk proyek rumah ibadah tersebut. Jumlah itu kurang dari separuh dari yang dibutuhkan.
Sekarang komunitas tadi, yang mengandalkan sumbangan dari komunitas muslim yang sangat kecil, mencoba menarik hati donatur lebih luas yakni warga muslim di seluruh dunia.
"Di mana-mana di tempat lain masjid bisa terbangun, populasi muslim di tempat sangat padat dan lebih banyak ketimbang di tempat kami di New Hampshire," ujar Mohammad Islam, ketua komite pembangunan masjid.
Jumah masjid di AS meningkat dari 1.209 pada 2000 ke angka 2.106 pada 2011, tahun terakhir yang mengemukakan data resmi rumah ibadah, menurut laporan yang dikeluarkan Dewan Hubungan Amerika-Islam.
Di samping itu, menurut data Association of Relagion Data Archives, pada periode yang sama, jumlah populasi muslim menurun di New Hampshire. Yaitu dari perkiraan 3.782 penganut pada 2000 menjadi 1.616 pada 2010, peringkat ke-46 dari seluruh negara bagian di 'Negeri Paman Sam'.
Muslim New Hampshire memiliki tiga pusat Islam tempat mereka menunaikan ibadah salat. Pusat Islam itu terlalu kecil untuk bisa menampung kegiatan ibadah besar seperti Idul Fitri atau Idul Adha. Karena itu muslim di sana menyewa stadion dan gedung olahraga universitas untuk keperluan acara-acara besar.
Pada 1998, masyarakat muslim setempat membeli tanah 2,75 hektare untuk membangun sebuah masjid. Rumah ibadah yang dicanangkan akan memiliki tiga lantai akan memiliki ruang salat berkapasitas besar dan tempat pertemuan. Kontruksi dimulai delapan tahun kemudian dan, disamping soal penggalangan dana, terdapat sejumlah rintangan sejak awal.
Tantangan datang dari tetangga atau lingkungan yang khawatir nafas kehidupan mereka yang selama ini tentram akan berakhir, dirusak oleh kendaraan-kendaraan yang lalu lalang atau keluar-masuk tempat parkir dan memenuhi sepanjang pinggir jalan.
Maka sejumlah warga kadang mengekspresikan penentangan mereka dengan keras -- kadang dengan kalimat yang kasar. Pada 2006 misalnya. Douglas Lambert, seorang pebisnis di Gilford, menulis komentar, 'Berapa banyak masjid yang telah digunakan di berbagai dunia muslim sebagai tempat persembunyian yang berkaitan dengan aksi berbahaya atau buruk.' (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved