Pidato Netanyahu Dicela

Haufan Hasyim Salengke
05/3/2015 00:00
Pidato Netanyahu Dicela
Ekspresi Presiden Barack Obama ketika mengomentari pidato PM Israel(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
PRESIDEN Barack Obama 'mencela' pidato Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di hadapan Kongres Amerika Serikat (AS) yang menyoroti isu program nuklir Iran yang disebut mengancam stabilitas dunia.

Tidak lama setelah Netanyahu menutup pidatonya, di tempat terpisah Obama mengatakan apa yang disampaikan pemimpin Israel itu tidak memuat perspektif baru tentang Iran.

Dia menilai rekan sejawatnya itu gagal menawarkan alternatif atau solusi untuk masalah nuklir Teheran.

"Sejauh yang bisa saya katakan, tidak ada hal yang baru dalam pidato PM Netanyahu di hadapan Kongres mengenai perudingan nuklir yang dipimpin AS dengan Iran. Dia tidak menawarkan alternatif yang layak," tegas Obama.

Obama mendesak Kongres untuk menunggu evaluasi perjanjian nuklir dengan Iran hingga ada kesepakatan yang dicapai.

Presiden yang diusung Partai Demokrat tersebut membela proposal perundingan yang digagas pemerintahannya dengan mengatakan dirinya hanya akan menyetujui kesepakatan yang mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.

"Jika kita sukses dalam negosiasi, sesungguhnya itu akan menjadi kesepakatan paling mungkin untuk mencegah Iran memiliki sebuah senjata nuklir," ujarnya.

"Tidak ada jalan yang lebih tepat. Sanksi tidak akan berhasil, bahkan aksi militer sekalipun tidak bakal bisa sesukses perjanjian yang telah kita usahakan," imbuhnya.

Dari Iran, Wakil Presiden Massoumeh Ebtekar menuding Netanyahu tengah berusaha mengelincirkan proses negosiasi program nuklir mereka dengan lima negara anggota permanen Dewan Keamanan PBB plus Jerman (P5+1).

Dia menyebut pidato tersebut menipu dan sebuah upaya putus asa dari Netanyahu untuk memaksakan agenda yang tidak masuk akal.

Sembari menolak tuduhan Netanyahu yang menyebut Iran tengah memproduksi senjata nuklir, Ebtekar mengatakan, "Saya tidak berpikir itu membawa beban yang berat. Mereka (pemerintah Israel) tengah berupaya untuk menggagalkan kesepakatan."

Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan Teheran dengan program nuklirnya hanya dalam beberapa langkah lagi untuk memiliki bom nuklir.

Karena itu, kata dia, "Kita harus berdiri bersama-sama untuk menyetop kemenangan Iran."

Pemimpin 'Negeri Yahudi' itu mengkritik kebijakan perundingan nuklir dengan Iran yang dipimpin Obama bersama lima kekuatan lainnya.

"Itu perjanjian yang buruk. Sebuah kesepakatan yang amat buruk. Kita lebih baik tanpa itu," ungkap Netanyahu dengan nada emosional.

(AFP/Al Jazeera/Jerusalem Post/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya