RATUSAN orangtua di barat laut Pakistan ditangkap dan dipenjara, Senin (2/3), waktu setempat, atas tuduhan membahayakan keselamatan publik karena menolak memberikan vaksin polio kepada anak-anak mereka.
Menurut Feroz Shah, juru bicara pemerintah di Peshawar, Provinsi Khyber Pakhtunkwa, ada sekitar 471 orangtua yang ditangkap polisi lalu dipenjara karena menolak vaksinasi.
Penangkapan itu disebutnya legal karena telah diatur ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
"Ini merupakan yang pertama kalinya tindakan drastis seperti itu diambil. Ini menunjukkan tekad pemerintah untuk memberantas polio," tutur Shah.
Adapun Shakirullah Khan, pejabat polisi senior di Peshawar, menegaskan para orangtua yang ditargetkan polisi tidak akan ditangkap jika mereka membuat persetujuan secara tertulis untuk memvaksinasi anak-anak mereka.
Virus polio paling umum merebak di wilayah barat laut yang bergolak dan program imunisasi baru yang diluncurkan pemerintah pada Senin (2/3) menargetkan lebih dari 2,7 juta anak di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Wakil Komisaris Peshawar, Riaz Khan Mehsud, menegaskan para pejabat tidak akan menoleransi segala bentuk penolakan dari para orangtua.
"Tidak ada ampun! Kami telah memutuskan untuk menangani kasus-kasus penolakan dengan tangan besi. Siapa pun yang menolak (vaksin) akan masuk penjara," ujar Mehsud.
Pemerintah juga mengeluarkan 1.000 surat perintah penangkapan kosong sehingga mereka yang membangkang bisa ditangani dengan cepat.
Pemerintah pun meningkatkan metode pengamanan bagi pekerja imunisasi agar dapat bekerja dengan aman.
Muhammad Mumtaz, pejabat senior lainnya, mengatakan, "Para tahanan akan dibebaskan setelah adanya jaminan tertulis dan menyediakan dua penjamin untuk memastikan anak-anak mereka diberi imunisasi."
Milisi melarang Para orangtua yang ditangkap pada Senin (2/3) itu berasal dari daerah pinggiran Kota Peshawar, wilayah yang tidak aman bagi pekerja polio dan polisi karena diserang secara reguler oleh kelompok militan.
Resistensi masyarakat di sana terhadap vaksinasi relatif kuat.
Polio, penyakit kelumpuhan akibat virus, masih menjadi fenomena di Pakistan, terutama karena kelompok militan Taliban melarang vaksinasi dan menyerang tenaga medis.
Beberapa warga Pakistan juga menentang vaksinasi karena khawatir hal itu akan mensterilkan anak-anak mereka.
Taliban menolak program vaksinasi dengan alasan imunisasi polio merupakan bentuk konspirasi untuk mensterilkan warga muslim.
Mereka meningkatkan serangan setelah seorang dokter Pakistan yang direkrut Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) untuk mendirikan kantor imunisasi hepatitis dituding sebagai bagian dari upaya untuk melacak pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden.
Tahun lalu, kasus polio yang tercatat di Pakistan melonjak hingga 306, tertinggi dalam 14 tahun terakhir.
Setidaknya 9 kasus baru telah terdeteksi di 2015. (AFP/AP/I-1)