Bill Gates masih Terkaya Sejagat

MI
04/3/2015 00:00
Bill Gates masih Terkaya Sejagat
(AP/Nati Harnik)
MILIARDER William Henry 'Bill' Gates, 59, mengamankan posisinya di daftar teratas orang terkaya di dunia 2015 versi majalah Forbes. Hal itu berati hartawan AS itu sudah merajai daftar orang terkaya di dunia sebanyak 16 kali dalam 21 tahun terakhir.

Forbes mengungkapkan, kekayaan pendiri Microsoft tersebut meningkat US$3,2 miliar sejak tahun lalu menjadi US$79,2 miliar (sekitar Rp1.027 triliun).

Pada November lalu, keuntungan saham Microsoft disisihkan sebesar US$1,5 miliar untuk amal ke Melinda Gates Foundation.

Taipan telekomunikasi asal Meksiko Carlos Slim menduduki peringkat kedua dengan total kekayaan US$77,1 miliar, mengungguli investor 'Negeri Paman Sam', Warren Buffett, di posisi ketiga dengan kekayaan US$72,7 miliar.

Kekayaan Buffett yang dijuluki Oracle of Omaha itumeningkat US$14,5 miliar dari tahun lalu, menyusul meningkatnya harga saham perusahaan Berkshire Hathaway yang dipimpinnya.

Posisi keempat diamankan Amancio Ortega, pendiri grup fesyen Inditex yang meliputi toko ritel Zara, dengan total kekayaan US$64,5 miliar.

Adapun, pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, melompati lima tangga untuk mendarat di urutan 16 orang terkaya dunia. Ini merupakan kali pertama Zuckerberg masuk lingkaran eksklusif 20 orang terkaya di dunia.

Meskipun dari ranah Asia didominasi hartawan Tiong-kok dan Hong Kong, dalam daftar 500 orang terkaya sejagat itu ada ada empat orang kaya dari Indonesia.

Mereka ialah pemilik Dja-rum dan Bank Central Asia, R Budi Hartono, di posisi 142 dengan kekayaan US$9 miliar; saudara Budi, Michael Hartono, di posisi 151 (US$8,7 miliar); bos perusahaan tekstil raksasa Indorama, Sri Prakash Lohia, di posisi 341 (US$ 4,7 miliar); dan Chairul Tandjung di posisi 381 (US$4,3 miliar).

Dalam penyusunan nama orang terkaya dunia ini, Forbes mengharuskan setiap orang memiliki minimal kekayaan US$ 3,5 miliar (Rp45 triliun).

Ini ialah tahun ke-29 Forbes merilis daftar miliarder. Majalah itu mengatakan penghitungan kekayaan di daftar itu berdasarkan harga saham dan nilai tukar pada 13 Februari 2015.(AFP/Forbes/Hym/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya