PENGAWET buatan yang digunakan dalam banyak makanan olahan dapat meningkatkan risiko penyakit radang usus dan gangguan metabolisme, demikian hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature.
Dalam percobaan terhadap sejum lah tikus, peneliti menemukan emulsifier atau zat pengemulsi, yaitu zat untuk membantu menjaga kestabilan emulsi minyak dan air, bisa mengubah komposisi spesies bakteri usus dan menyebabkan radang usus.
Peradangan tersebut dikaitkan dengan penyakit crohn dan kolitis ulserativa, yakni penyakit kronis usus besar atau kolon mengalami inflamasi (peradangan) dan ulserasi, serta sindrom metabolik.
Sejumlah masalah itu bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.
Sekitar 15 jenis pengemulsi yang berbeda umumnya digunakan dalam membuat makanan olahan Barat dengan tujuan merapikan tekstur makanan, misalnya pada es krim.