Wapres: Anak Muda Jangan Punya Cita-Cita Jadi PNS dan DPR

Antara
28/2/2017 21:35
Wapres: Anak Muda Jangan Punya Cita-Cita Jadi PNS dan DPR
(ANTARA FOTO/Moch Asim)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mendorong para mahasiswa untuk berani berwirausaha tak berhenti melakukan inovasi. Generasi muda, kata dia, mesti berkualitas dan mau mengembangkan diri demi menurunkan ketimpangan sosial di Indonesia.

"Generasi muda harus lebih berkualitas, lebih tinggi dari sebelumnya," kata Kalla saat memberi kuliah umum di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Selasa (28/2).

Ia menambahkan, untuk bisa menurunkan ketimpangan sosial dibutuhkan kerja keras, ilmu pengetahuan dan dibarengi inovasi. Ia meminta generasi muda tidak mudah puas dan terus berusaha menjadi lebih baik.

Kalla pun menyentil anak muda yang bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan anggota DPR. "Angka lulusan sarjana di Indonesia tembus satu juta lebih. Maka, belum apa-apa jangan punya cita-cita jadi DPR," ujarnya.

Menurutnya, Indonesia saat ini tidak kekurangan politisi dan birokrat. Negara ini, lanjut Wapres, justru kekurangan masyarakat yang bisa lebih menggerakkan ekonomi.

Dia mencontohkan Tiongkok dengan kemampuan entrepreneur masyarakatnya. Tiongkok yang sebelumnya tidak dilihat, kini berkembang pesat membuat banyak negara melihatnya.

"Selain itu KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah maupun KH Hasyim Asy'ari pendiri Nahdlatul Ulama memilih jalan berdagang sebagai awal mengatasi masalah bangsa ketika itu," jelas Kalla

Untuk itu Wapres meminta para rektor untuk mendorong mahasiswa berwirausaha. Menurutnya, entrepreneur tidak bisa hanya dengan dididik 100%. "Yang harus dilakukan adalah didorong."

Kuliah umum tersebut juga dihadiri Mendikbud Muhadjir Effendy, sejumlah rektor PTN di Surabaya, Gubernur Jatim Soekarwo, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya Prof Moh Nuh, dan Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya