Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ENDANG Irawan hanya bisa bersyukur dengan keputusannya dua tahun lalu menjadi pengemudi ojek online yang akhirnya membuat dia mampu mengembangkan pondok pesantren miliknya di kawasan Gunung Putri Bogor, Jawa Barat.
Dua tahun bergabung di Gojek perlahan dan pasti berkah datang bagi Pondok Pesantren Nurul Iman yang didirikannya. Awalnya, saat mendapatkan orderan dan mengantar penumpang, Endang kerap menceritakan soal pesantrennya.
Hal itu bukan untuk meminta sumbangan, melainkan sekadar ingin bercerita sambil mengisi waktu sambil di perjalanan. Tak dinyana, tidak sedikit pelanggan yang kemudian memberikan uang lebih dengan tujuan didonasikan kepada pondok pesantren tersebut.
"Cobaan selalu datang, tapi Allah pasti memberikan selalu kasih cobaan melalui hambanya," ucap pria berusia 45 tahun itu di Jakarta, Selasa (28/2).
"Meskipun tidak semua memberikan sumbangan, tapi banyak yang ikut mendoakan. Saya yakin kekuatan dengan doa itu," ujar laki-laki yang akrab dipanggil Soplo tersebut.
Salah satu hal yang paling berkesan menurut dia adalah ketika suatu ketika dia tanpa sadar menerima order dari seorang anggota kepolisian. Seperti biasa, selama perjalanan Soplo bercerita tentang pesantren asuhannya.
Polisi itu pun seketika tergerak untuk membantu. Bahkan hingga kini, anggota polisi yang tidak mau disebut identitasnya tersebut aktif memberikan donasi sebesar Rp350 ribu setiap bulan selama satu tahun terakhir.
"Namanya pun saya tidak tahu, cuma tahu dia anggota di Polda Metro Jaya," kata Endang.
Begitu pun saat Idul Adha 1437 H, September 2016 lalu. Dia menerima sumbangan 4 ekor kambing untuk pesantrennya dari pelanggan yang pernah dia antar.
Karena itu, dia mengaku keputusannya bergabung dengan GoJek merupakan berkah untuk dirinya maupun pondok pesantren yang dia bina. Kini dia memutuskan untuk fokus di GoJek karena lebih fleksibel dalam hal jam kerja. Kondisi itu dianggap sebagai keuntungan karena Endang bisa lebih leluasa mengurus pondok pesantren.
Saat ini, pondok pesantren itu sudah memiliki 120 santri dengan usia antara 9 hingga 20 tahun. Bahkan ada beberapa santri yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur, Sumatera, dan Kalimantan, berkat informasi dari mulut ke mulut. Pesantren itu pun sudah mampu melahirkan 10 orang penghapal Alquran.
"Enam orang yang masih ada di pesantren, karena aturannya mereka harus membantu santri lain selama tiga bulan, baru bisa dapat ijazah," kata Endang.
Sebagai driver GoJek dia pun memberikan ‘keistimewaan’ bagi anak-anak rekannya sesama driver yang telah meninggal dunia saat bertugas. Anak-anak driver GoJek akan diberikan beasiswa penuh selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Iman.
"Kami selalu terbuka untuk mereka (anak-anak driver GoJek yang meninggal dunia), yang penting mereka cukup belajar dengan baik saja," tutup Endang. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved