Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 148,4 juta warga Indonesia tinggal di daerah rawan gempa bumi, 5 juta di daerah rawan tsunami, 1,2 juta penduduk di daerah rawan erupsi gunung api, 63,7 juta jiwa di daerah rawan banjir, serta 40,9 juta jiwa tinggal di daerah rawan longsor.
"Setiap tahun negara mengalami kerugian sebesar Rp30 triliun akibat bencana," ungkap Kepala BNPB Willem Rampangilei di Ruang Multimedia Kantor Pusat UGM, Selasa (20/2).
Dalam kesempatan itu Willem menyampaikan kuliah umum bertajuk Penanggulangan Bencana dan Tantangannya di Indonesia.
Di Indonesia, terdapat 386 kabupaten/kota yang berada di zona bahaya sedang-tinggi gempa bumi, 233 kabupaten/kota berada di daerah rawan tsunami, 75 kabupaten/kota terancam erupsi gunung api, 315 kabupaten/kota berada di daerah bahaya sedang-tinggi banjir, serta 274 kabupaten/kota di daerah bahaya sedang-tinggi bencana longsor.
“Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Aceh merupakan lima provinsi terbanyak terpapar bencana selama 2016,” terangnya.
Sepanjang tahun 2016, tambahnya, kejadian bencana terbanyak terjadi di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 639 kali bencana diikuti Provinsi Jawa Timur dengan 409 kejadian bencana, Provinsi Jawa Barat 329 kali, Kalimantan Timur 190 kali dan Pemerintah Aceh 83 kali.
Adapun sebaran kejadian bencana per kabupaten/kota tertinggi terjadi di Cilacap sebanyak 100 kali, Magelang 56 kali, Wonogiri 56 kali, Banyumas 53 kali, serta Temanggung 50 kali.
Willem menyebutkan tren bencana terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebanyak 92% bencana yang terjadi di Tanah Air merupakan bencana hidrometeorologi. Peningkatan disebabkan oleh faktor alam seperti perubahan iklim dan faktor antropogenik meliputi degradasi lingkungan, pemukiman di daerah rawan bencana, DAS kritis, urbanisasi, dan lainnya.
"Pada 2016 terjadi 2.384 bencana, jumlah ini meningkat dari 1.732 bencana di 2015,” ujarnya.
Melihat kondisi Indonesia yang sangat rawan bencana, Willem menegaskan perlunya upaya penanggulangan bencana atau disaster management untuk meminimalisasi jatuhnya korban jiwa dan kerugian akibat bencana.
Menurutnya terdapat tiga poin utama dalam penanggulangan bencana. Hal itu adalah menjauhkan masyarakat dari bencana, menjauhkan bencana dari masyarakat, dan hidup secara harmonis dengan bencana.
"Dalam penanggulangan bencana ini dibutuhkan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. BNPB juga telah bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk penanggulangan bencana ini,” jelasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved