Medsos Tingkatkan Produktivitas Karyawan

Rizky Noor alam
28/2/2015 00:00
Medsos Tingkatkan Produktivitas Karyawan
(THINK STOCK)
SEIRING perkembangan zaman, semua aspek kehidupan manusia semakin berubah menjadi lebih cepat dan kompleks termasuk dalam masalah pekerjaan. Banyak hal-hal yang tentunya memengaruhi kecepatan Anda dalam bekerja, mulai dari sistem birokrasi di kantor sampai teknologi informatika yang digunakan oleh kantor Anda.

Masalah birokrasi, contohnya, sulit berkomunikasi dengan atasan. Atau sistem teknologi yang tertinggal sehingga membutuhkan waktu yang lama mencari data yang dibutuhkan.

\"Masalah klasik di dunia pekerjaan itu misalnya sulit menghubungi atasan Anda sehingga informasi yang ingin Anda sampaikan tidak sampai ke atas, lalu masalah lain misalnya banyaknya waktu yang Anda buang untuk mencari data tertentu. Berdasarkan survei McKinsey & Co, 38% waktu kerja per minggu itu habis dilakukan untuk mengatur e-mail (surel) Anda dan 20% waktu kerja Anda per minggu itu dihabiskan untuk mencari data internal,\" jelas CEO Ansiva, Abang Edwin, dalam acara Social Media Week Jakarta 2015 di Jakarta, Senin (23/2).

Guna mengatasi hal itu, diperlukan media sosial internal perusahaan. Pasalnya, berdasar survei yang dilakukan McKinsey & Co, penggunaan media sosial (medsos) perusahaan dapat menghemat setidaknya 30% dari waktu kerja Anda per minggunya. Dengan adanya sistem sosial media internal tersebut, seluruh karyawan perusahaan dapat mencari informasi yang benar dalam waktu yang tepat.

\"Banyak kelebihan lainnya, selain menghemat waktu pekerjaan Anda, sosial media internal bisa mempererat hubungan antardepartemen di perusahaan, karena komunikasi antardepartemen menjadi lebih langsung, mempermudah pemecahan masalah perusahaan. Mempermudah untuk men-share file apa pun, dan tentunya terkoneksi dengan siapa pun di perusahaan,\" tambahnya.

Sistem yang diubah perlu diikuti kebiasaan dari karyawan, sehingga perubahan bisa terjadi secara sinkron dan memaksimalkan produktivitas karyawan hingga 25%.

Penggunaan media sosial internal perusahaan sendiri akan mudah karena mayoritas orang sudah terbiasa menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Whatsapp. Namun, menggunakan media sosial internal perusahaan kelebihannya ialah privasi akan lebih terjamin.

\"Jadi kalau pakai media sosial umum itu masalahnya masih pada soal privasi, belum lagi kebiasaan kita yang sering bergonta-ganti perangkat mobile. Jadi harus ada sosial media internal perusahaan yang bisa dikontrol, seperti untuk share dokumen, foto, video, dan lainnya,\" imbuh Edwin.

Turun
Hasil penelitian yang dilakukan McKinsey & Co berbeda dengan penelitian Harmon.ie pada 2011.

Menurut laporan didapat dari survei terhadap 500 karyawan di Amerika Serikat itu, 60% dari gangguan kerja sekarang melibatkan penggunaan jaringan, e-mail, SMS, dan pesan instan, atau sekadar berpindah-pindah aplikasi. Berdasarkan penelitian tersebut, ditemukan 45% hanya dapat fokus bekerja tanpa terganggu hal-hal seperti itu selama 15 menit, sedangkan 53% lainnya hanya bisa fokus tanpa gangguan paling lama 1 jam.

Sementara itu, kegiatan tradisional seperti menelepon, berbicara dengan rekan kerja, dan rapat menyumbang 43% dari gangguan kerja dan gangguan sisanya disebabkan alat-alat elektronik.

\"Kami jelas melihat apa yang psikolog sebut \'gangguan secara online kompulsif\' merambat dari kehidupan pribadi kita ke lingkungan kerja,\" kata CEO Harmon.ie Yaacov Cohen seperti yang dikutip dalam laman Hcamag.com.

Laporan tersebut juga mengatakan perusahaan dengan 1.000 karyawan dapat merugi setidaknya US$10 juta per tahunnya (sekitar Rp133 miliar) akibat fenomena itu.

Namun, menurut Alec Bashinsky, seorang HR Partner Nasional di Deloitte Australia, survei tersebut mengabaikan manfaat media sosial di tempat kerja.

\"Lima ratus orang tidak mewakili karyawan dan tempat kerja yang memanfaatkan keuntungan dari media sosial, yaitu kreativitas, inovasi, bakat tarik, keterlibatan karyawan, dan penggunaan media sosial untuk mendorong efisiensi dan menghubungkan orang-orang dan ide-ide,\" katanya kata Bashinsky seperti yang dikutip dalam laman yang sama.

Bashinsky percaya yang kebijakan yang terbaik bagi sebuah perusahaan terhadap sosial media ialah memberikan keterbukaan bagi karyawan untuk mengaksesnya serta memberikan kepercayaan bagi karyawannya untuk melakukan pekerjaannya.

\"Ini adalah cara terbaik bagaimana Gen X dan Y inginkan untuk bekerja. Media sosial merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari mereka dan itulah mengapa organisasi seperti Google, Linkedin, Microsoft, dan lainnya memiliki orang-orang yang ingin bekerja untuk mereka,\" katanya. (M-4)

miweekend@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya