Auroch: Sapi Raksasa yang Punah 400 Tahun Lalu Kini Hidup Kembali di Eropa

 Gana Buana
29/4/2026 22:18
Auroch: Sapi Raksasa yang Punah 400 Tahun Lalu Kini Hidup Kembali di Eropa
Ilmuwan berhasil menghidupkan kembali karakteristik Auroch, sapi raksasa yang punah 400 tahun lalu.(Dok. Bird Guides)

ILMUWAN melalui Tauros Foundation berhasil menghidupkan kembali karakteristik fisik dan genetik Auroch (Bos primigenius), sapi terbesar di dunia yang telah punah sejak 1627, melalui metode pembiakan selektif. Kehadiran hewan yang kini disebut "Tauros" tersebut diproyeksikan untuk memulihkan fungsi ekosistem di berbagai kawasan konservasi Eropa.

Proyek yang diinisiasi sejak 2008 oleh Tauros Foundation Belanda, dengan dukungan Rewilding Europe dan NGO ARK Nature, tidak menggunakan kloning. Para peneliti memilih menyilangkan ras sapi primitif yang masih memiliki DNA moyang mereka untuk menghasilkan keturunan yang menyerupai Auroch purba.

Peran Vital bagi Ekosistem

Auroch dikenal sebagai spesies kunci dengan tinggi mencapai 1,8 meter dan bobot lebih dari satu ton. Di Denmark, sebanyak 30 ekor Tauros telah dilepaskan di kawasan Saksfjed Wilderness seluas 800 hektar untuk menjaga lanskap tetap terbuka secara alami.

Secara ekologis, Tauros berfungsi sebagai "mesin pengelola alam". Aktivitas merumput mereka membantu menyebarkan benih, mendaur ulang nutrisi tanah, serta menekan risiko kebakaran hutan dengan mengontrol pertumbuhan semak belukar. Hal ini menciptakan habitat ideal bagi serangga dan burung yang bersarang di tanah.

Harapan Baru Keanekaragaman Hayati

Ilmuwan dari Aarhus University, Jens-Christian Svenning, menekankan bahwa penelitian ini menjadi fondasi penting bagi pengelolaan alam masa depan. Saat ini, diperkirakan terdapat sekitar 500 ekor Tauros yang hidup bebas di berbagai cagar alam di Eropa, termasuk di Lembah Côa, Portugal.

"Penelitian ini akan menjadi fondasi penting bagi pengelolaan alam di masa depan," ujar Jens-Christian Svenning.

Meski bukan untuk kepentingan komersial, ketahanan fisik Tauros yang mampu bertahan di cuaca ekstrem dengan pakan berkualitas rendah memberikan pelajaran berharga bagi dunia peternakan modern mengenai seleksi genetik yang tahan banting.

Detail Spesies Keterangan
Nama Ilmiah Bos primigenius (Auroch)
Tinggi & Berat 1,8 Meter / >1 Ton
Status Proyek ~500 ekor di alam liar Eropa



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya