Mengenal Photic Sneeze Reflex: Mengapa Cahaya Terang Bisa Memicu Bersin?

Abi Rama
29/4/2026 11:38
Mengenal Photic Sneeze Reflex: Mengapa Cahaya Terang Bisa Memicu Bersin?
Ilustrasi.(Magnific)

PERNAHKAH Anda merasa ingin bersin secara tiba-tiba saat keluar ruangan dan terpapar sinar matahari yang terik? Bagi sebagian besar orang, reaksi spontan saat melihat cahaya terang ialah menyipitkan mata. Namun, bagi sebagian lain, respons yang muncul justru berupa bersin berulang kali.

Fenomena unik ini bukan sekadar mitos atau kebetulan, melainkan kondisi medis yang telah lama diteliti. Mengutip data kesehatan, diperkirakan sekitar 18% hingga 35% populasi dunia mengalami kondisi ini yang berarti bersin akibat cahaya adalah hal yang cukup umum terjadi.

Mengenal Istilah Medis ACHOO

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah Photic Sneeze Reflex atau refleks bersin akibat cahaya. Namun, para ilmuwan juga memberikan nama yang cukup unik dan deskriptif, yaitu Autosomal Dominant Compulsive Helio-Ophthalmic Outbursts of Sneezing, yang jika disingkat menjadi ACHOO.

Seseorang dengan sindrom ACHOO biasanya akan bersin dua hingga tiga kali berturut-turut segera setelah terpapar cahaya terang. Dalam kasus yang lebih intens, frekuensi bersin bahkan bisa mencapai puluhan kali dalam satu waktu.

Faktor Genetika:

Photic sneeze reflex bersifat genetik atau keturunan. Jika salah satu orangtua memiliki kondisi ini, terdapat kemungkinan besar anak-anak mereka juga akan menunjukkan respons serupa terhadap paparan cahaya.

Mengapa Cahaya Memicu Bersin? (Sinyal Silang Saraf)

Secara ilmiah, fenomena ini terjadi karena ada sinyal silang pada sistem saraf di otak. Ketika mata menerima rangsangan cahaya yang sangat kuat, sistem saraf parasimpatik segera memerintahkan pupil untuk mengecil guna melindungi retina.

Namun, karena letak saraf optik (mata) dan saraf trigeminal (saraf yang mengendalikan sensasi di wajah dan hidung) berdekatan, otak terkadang salah menginterpretasikan sinyal tersebut. Otak menangkap rangsangan cahaya sebagai gangguan pada hidung, sehingga memicu refleks bersin untuk mengeluarkan gangguan yang sebenarnya tidak ada.

Apakah Kondisi Ini Berbahaya?

Secara umum, photic sneeze reflex tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh jangka panjang. Namun, kondisi ini bisa menjadi risiko keselamatan dalam situasi tertentu yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti:

  • Mengemudi: Perubahan cahaya mendadak (misalnya saat keluar dari terowongan) dapat memicu bersin yang mengganggu pandangan.
  • Pilot: Refleks bersin berulang dapat mengganggu fokus saat fase kritis penerbangan.
  • Operator Mesin: Kehilangan kendali sesaat akibat bersin berisiko memicu kecelakaan kerja.

Langkah Antisipasi dan Penanganan

Meski tidak memerlukan pengobatan khusus, Anda dapat mengurangi dampak refleks ini dengan beberapa langkah sederhana:

  • Gunakan kacamata hitam (polarized) atau topi saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Hindari menatap langsung ke arah sumber cahaya terang atau lampu yang menyilaukan.
  • Segera pejamkan mata atau gunakan tangan untuk menghalangi cahaya jika merasa sensasi bersin mulai muncul.

Jika frekuensi bersin dirasa sangat mengganggu aktivitas harian atau menyebabkan nyeri, berkonsultasi dengan dokter spesialis THT atau mata sangat disarankan untuk memastikan tidak ada faktor alergi lain yang memperparah kondisi tersebut. (Hello Sehat/Medical News Today/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya