Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ALI Falih Kadhim Al-Zaidi muncul sebagai kandidat kuat Perdana Menteri (PM) Irak setelah dipilih oleh blok politik Syiah terbesar, Coordination Framework, sebagai figur kompromi di tengah kebuntuan politik yang panjang. Pria yang dikenal sebagai bankir multimiliuner ini menjadi opsi netral untuk meredakan ketegangan antara kepentingan Amerika Serikat dan Iran di wilayah tersebut.
Ali Al-Zaidi bukanlah wajah lama dalam kancah perpolitikan Irak. Lahir sekitar tahun 1986, pria asal Baghdad/Dhi Qar ini lebih banyak menghabiskan kariernya di sektor swasta.
Ia dikenal sebagai sosok "Crazy Rich" dengan jaringan bisnis yang luas, mencakup sektor perbankan, investasi, pendidikan, hingga media.
Beberapa posisi strategis yang pernah dan sedang dijabatnya antara lain:
Munculnya nama Al-Zaidi sempat memicu spekulasi mengenai kedekatannya dengan pemerintahan Amerika Serikat di bawah Donald Trump. Namun, fakta menunjukkan bahwa Al-Zaidi lebih tepat disebut sebagai kandidat kompromi daripada "boneka" pihak tertentu. Penunjukannya terjadi setelah AS menolak kandidat lain yang dianggap terlalu pro-Iran, sementara Al-Zaidi dipandang sebagai figur yang tidak kontroversial secara geopolitik.
Sebagai tokoh independen tanpa basis partai yang kuat, Al-Zaidi memiliki keunggulan dalam menjalin relasi baik dengan berbagai kubu, baik internal Irak maupun kekuatan luar. Ia dianggap sebagai figur "aman" yang dapat diterima oleh Barat maupun Teheran.
Status Ali Al-Zaidi saat ini masih sebagai PM-designate (calon perdana menteri). Untuk resmi menjabat, ia harus melewati proses validasi dan mendapatkan dukungan penuh dari parlemen Irak. Tantangan utamanya adalah membuktikan bahwa latar belakang bisnisnya dapat ditransformasikan menjadi kebijakan politik yang mampu mengatasi krisis ekonomi dan sosial di Irak.
Hingga saat ini, proses lobi politik masih terus berjalan di Baghdad. Kehadiran Al-Zaidi menandai pergeseran tren politik Irak yang mulai melirik teknokrat dan pengusaha sukses untuk memecah kebuntuan kekuasaan yang selama ini didominasi oleh politisi tradisional. (Almonitor/Aljazeera/Z-10)
Mereka juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk mencegah wilayah Irak digunakan sebagai titik awal serangan terhadap negara-negara tetangga.
Saat ini, Israel memperluas serangannya di wilayah selatan dan timur Libanon pada Senin (23/9). Setidaknya 492 orang tewas dan lebih dari 1.600 lainnya terluka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved