Sering Merasa Cranky Tanpa Sebab? Bisa Jadi Itu Kode Tubuh Kurang Vitamin C

Intan Safitri
29/4/2026 07:27
Sering Merasa Cranky Tanpa Sebab? Bisa Jadi Itu Kode Tubuh Kurang Vitamin C
Ilustrasi(Dok Freepik)

PERNAHKAH Anda merasa sangat mudah tersinggung, marah, atau mendadak bad mood padahal tidak ada masalah besar yang terjadi? Dalam dunia medis, kondisi ini sering disebut sebagai irritability. Menariknya, penelitian kesehatan terbaru dari institusi global seperti Mayo Clinic dan Cleveland Clinic menunjukkan bahwa perubahan suasana hati tersebut merupakan salah satu indikator awal tubuh kekurangan vitamin C.

Selama ini, masyarakat awam hanya mengaitkan vitamin C dengan sariawan atau daya tahan tubuh. Padahal, nutrisi ini memiliki peran krusial dalam fungsi neurologis yang memengaruhi stabilisasi emosi manusia.

Gejala Psikologis Muncul Lebih Awal

Salah satu fakta medis yang paling mengejutkan adalah gejala psikologis seperti rasa lelah ekstrem (fatigue) dan sifat lekas marah (cranky) biasanya muncul jauh sebelum gejala fisik terlihat. Artinya, Anda mungkin sudah mengalami gangguan mental ringan akibat defisiensi nutrisi bahkan sebelum gusi Anda berdarah atau kulit menjadi kasar.

Vitamin C sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk sintesis karnitin, sebuah molekul yang bertugas mengubah lemak menjadi energi. Ketika kadar vitamin ini merosot, metabolisme energi terganggu, menyebabkan otak dan tubuh merasa lelah secara kronis. Kondisi lelah inilah yang kemudian memicu respons emosional yang tidak stabil.

Kerusakan Struktur Kolagen dan Rambut Spiral

Selain masalah suasana hati, kekurangan vitamin C berdampak langsung pada produksi kolagen. Tanpa kolagen yang cukup, jaringan ikat dalam tubuh akan melemah. Gejala fisik yang bisa diamati secara mandiri antara lain penyembuhan luka yang lambat, memar tanpa sebab, rambut corkscrew atau rambut tubuh yang tumbuh melingkar atau berbentuk spiral. Ini terjadi karena kerusakan protein pada folikel rambut akibat ketiadaan vitamin C.

Hubungan Antara Nutrisi dan Manajemen Emosi

Studi klinis menunjukkan bahwa pasien yang mengalami kekurangan vitamin C sering kali menunjukkan perbaikan mood yang signifikan hanya dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah mendapatkan asupan nutrisi yang tepat. Hal ini membuktikan bahwa vitamin C bekerja efektif sebagai kofaktor dalam produksi neurotransmiter di otak.

Para ahli menyarankan untuk tidak langsung mengandalkan suplemen dosis tinggi secara sembarangan. Mengonsumsi sumber alami seperti jeruk, stroberi, paprika, dan brokoli secara rutin jauh lebih efektif untuk menjaga kadar vitamin C tetap stabil. Jika Anda mulai merasa sering marah-marah tanpa alasan yang jelas diikuti dengan rasa lelah yang tidak hilang meski sudah tidur cukup, ada baiknya segera mengevaluasi porsi buah dan sayur dalam piring makan Anda. (Intan Safitri/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya