Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MELANGKAH ke dalam hutan yang rimbun sering kali memberikan kesan ekosistem yang utuh dan tak lekang oleh waktu. Kicauan burung dan deru serangga seolah menandakan kehidupan yang lengkap. Namun, sebuah studi terbaru mengungkapkan kebenaran yang lebih dalam, apa yang kita lihat hari ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan alam yang pernah ada.
Penelitian yang dipimpin Chia Hsieh dan Lydia Beaudrot dari Michigan State University mengalihkan fokus dari penyebab kepunahan spesies di masa lalu menuju dampak jangka panjang setelah mereka menghilang. Studi ini membuktikan bahwa hilangnya hewan-hewan besar ribuan tahun lalu masih membentuk struktur alam hingga saat ini.
Tim peneliti mengamati 389 lokasi di Afrika, Asia, dan Amerika yang memiliki iklim serupa untuk memastikan perbandingan yang akurat. Mereka memetakan jaringan makanan yang melibatkan lebih dari 440 spesies mamalia, mempelajari hubungan predator-mangsa, serta keanekaragaman spesies di sana.
Temuannya cukup mencolok. Di benua Amerika, jaringan makanan terasa lebih "tipis". Jumlah spesies mangsa lebih sedikit dan ukurannya cenderung kecil. Akibatnya, predator hanya bergantung pada kelompok hewan yang terbatas. Sebaliknya, Afrika memiliki struktur yang jauh lebih kaya dan berlapis, di mana predator berburu berbagai jenis spesies dengan ukuran dan perilaku yang beragam.
Perbedaan ini berakar pada peristiwa di akhir zaman Pleistosen. Kala itu, banyak hewan besar seperti mamut, kucing gigi pedang, dan kukang raksasa punah. Meskipun semua benua mengalami kehilangan, Amerika terkena dampak paling parah dengan hilangnya lebih dari tiga perempat mamalia besar berbobot di atas 100 pon (sekitar 45 kg).
Kepunahan megafauna ini ternyata merusak seluruh tatanan ekosistem. "Banyak bagian bawah dari rantai makanan yang ikut hilang," ujar Hsieh. Ketika herbivora besar lenyap, predator kehilangan mangsa, pemakan bangkai kehilangan sumber makanan, dan struktur sistem secara keseluruhan bergeser.
Ekolog menyebut fenomena ini sebagai kaskade trofik (trophic cascades). Lydia Beaudrot menjelaskan dampak ini tidak hilang begitu saja meski ribuan tahun telah berlalu.
“Ketika predator menghilang, mangsa mereka dapat berkembang biak tanpa kendali, menyebabkan serangkaian efek kaskade,” kata Beaudrot.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini menunjukkan bahwa ekosistem saat ini masih membawa "sidik jari" dari kehilangan kuno tersebut. Hal ini memicu kekhawatiran baru bagi masa depan, mengingat banyak mamalia besar saat ini, seperti gajah, badak, dan harimau, sedang berada di bawah tekanan kepunahan.
“Dengan mempelajari masa lalu, kita juga dapat mencoba memahami apa yang diharapkan di masa depan,” tambah Hsieh.
Sistem alam yang telah disederhanakan akibat kehilangan spesies di masa lalu mungkin akan lebih sulit beradaptasi dengan perubahan di masa depan. Pada akhirnya, apa yang kita lihat di alam saat ini bukan hanya tentang apa yang tersisa, tetapi juga tentang kekosongan yang ditinggalkan oleh mereka yang telah tiada. (Earth/Z-2)
Studi terbaru Smithsonian mengungkap ekosistem terumbu karang modern kehilangan kompleksitas ekologi dibandingkan 7.000 tahun lalu. Rantai makanan kini memendek drastis.
Gambarkan rantai makanan dengan mudah! Pelajari pengertian, contoh, dan peran makhluk hidup dalam ekosistem. Cocok untuk pelajar!
Rantai makanan: pelajari cara energi berpindah! Temukan aliran energi dari produsen ke konsumen, lengkap dengan contoh & peran pentingnya dalam ekosistem. Klik sekarang!
Tumbuhan sumber energi utama rantai makanan! Pelajari peran vitalnya bagi hewan dan keseimbangan ekosistem.
Pelajari rantai makanan di sawah, kunci ekosistem pertanian! Temukan interaksi unik antar organisme dan keseimbangan alam yang menakjubkan.
Peneliti di Jepang mengungkap jamur hutan berkomunikasi lewat sinyal listrik yang fleksibel. Sinyal ini berubah drastis saat ada gangguan seperti air atau urine.
Jamur tiram emas asal Asia menyebar luas di Amerika dan Eropa, mengancam kepunahan jamur lokal. Simak upaya ilmuwan menyelamatkan ekosistem hutan.
Pahami ekologi hutan secara mendalam, mulai dari komponen biotik-abiotik hingga peran vitalnya dalam ekonomi karbon Indonesia tahun 2026.
Ilmuwan temukan empat spesies baru "springtail" di Cagar Alam Yintiaoling, Tiongkok. Meski sekecil butiran beras, makhluk ini punya peran besar bagi kesehatan tanah.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved