Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RABUN jauh atau miopi merupakan gangguan penglihatan yang menyebabkan benda-benda yang letaknya jauh terlihat kabur. Miopi juga dikenal dengan mata minus.
Dokter Spesialis Mata, dr. Susanti Natalya Sirait. Sp.M (K). M.Kes, menjelaskan pertambahan ukuran minus pada masa anak-anak dapat terus terjadi sejalan dengan masa pertumbuhan yang dapat menyebabkan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi seperti kelainan retina, glaukoma, dan katarak.
Sementara itu, berdasarkan hasil penelitian Brien Holden disebutkan bahwa pada 2050, prevalensi mereka yang mengalami miopia akan mencapai 50% dari keseluruhan populasi penduduk dunia dan terjadi pada anak usia sekolah.
Menjawab kebutuhan tersebut, produsen lensa kontak, Menicon Indonesia memperkenalkan lensa Orthokeratology (lensa Ortho-K). Lensa Ortho K digunakan saat tidur pada malam hari dengan tujuan membantu meratakan bagian tengah kornea secara sementara, sehingga dapat mengoreksi kelainan refraksi miopia hingga tingkat tertentu.
Dengan penggunaan pada malam hari, penderita miopi dapat memperoleh penglihatan yang lebih jelas pada siang hari tanpa menggunakan kacamata atau lensa kontak.
Lensa Ortho-K terbuat dari material rigid gas permeable dengan transmisi oksigen tinggi serta menggunakan desain reverse geometry. Lensa Ortho-K diperkenalkan dalam momentum 75 tahun Menicon Group.
Dalam rangka 75 tahun Menicon Group, Menicon Indonesia melakukan kolaborasi dengan PT. Berjaya Mandirin OPTO-MEDIC serta bekerjasama dengan Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia) dan Inarvos (Indonesian Refraction and Vision Optimization Society) untuk menyelenggarakan luring seminar Unlocking di Bali, pada 25 April lalu.
“Lensa Ortho K di resepkan oleh dokter spesialis mata, karenanya pasien bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mata," ujar Carolina Fenny, Marketing Manager Menicon Indonesia, seperti siaran pers yang diterima Media Indonesia, Senin (27/4).
Lensa Ortho-K bekerja melalui tekanan kelopak mata dan gaya hidrodinamik dari desain reverse geometry untuk membentuk ulang lapisan epitel kornea. Perubahan ini mengoreksi miopia secara sementara dan memungkinkan bayangan difokuskan pada retina, sehingga meningkatkan penglihatan pada siang hari.
Lensa ini cocok untuk orang yang aktif berolahraga, berenang, atau beraktivitas fisik, serta ingin bebas dari kacamata atau lensa kontak pada siang hari hingga orang dengan profesi yang kurang memungkinkan penggunaan kacamata. (H-2)
Terapi ini menggunakan lensa khusus yang dipakai saat tidur dan hasilnya memungkinkan anak melihat jelas keesokan harinya tanpa perlu pakai kacamata.
Penggunaan gadget dalam jarak dekat berisiko tinggi menyebabkan miopia atau rabun jauh, terutama jika dilakukan dalam waktu lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved