Ini Alasan Mengapa Ibu Hamil Umumnya Mengandung Satu Bayi

Media Indonesia
28/4/2026 00:58
Ini Alasan Mengapa Ibu Hamil Umumnya Mengandung Satu Bayi
Ilustrasi(Dok Freepik)

DALAM dunia reproduksi manusia, kelahiran bayi tunggal adalah standar biologis yang paling umum. Meskipun kita sering melihat kelahiran kembar dua, tiga, atau bahkan lebih, secara statistik alamiah, mayoritas kehamilan hanya menghasilkan satu janin. 

Sebuah penelitian terbaru dari Rice University yang diterbitkan dalam Journal of The Royal Society Interface mengungkapkan bahwa fenomena ini bukanlah hasil dari pemilihan sel telur "terbaik", melainkan sebuah perlombaan yang sangat ketat.

Balapan di Dalam Ovarium

Di dalam ovarium, setiap siklus menstruasi dimulai dengan persiapan 10 hingga 20 folikel (kantong kecil berisi sel telur). Menariknya, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa tidak ada folikel yang "lebih kuat" atau "lebih hebat" sejak awal. Tidak ada pilih kasih dalam proses ini; semuanya murni masalah kecepatan.

Folikel yang akhirnya menjadi dominan adalah ia yang kebetulan pertama kali berhasil menyentuh garis ambang batas hormonal. 

Anatoly Kolomeisky, seorang ahli kimia fisik, menjelaskan bahwa folikel pemenang tidak membutuhkan keunggulan bawaan. Begitu satu peserta melewati garis tersebut, ia akan segera mengirimkan sinyal untuk mendiskualifikasi peserta lainnya. 

"Model kami, yang berkorelasi baik dengan data dunia nyata, menunjukkan bahwa seleksi sepenuhnya bersifat acak namun tetap sangat presisi," ungkap peneliti Zhuoyan Lyu.

Hormon Berperan Penting

Bagaimana cara tubuh memastikan agar tidak terlalu banyak folikel yang matang secara bersamaan? Jawabannya terletak pada permainan hormon yang sangat cepat. Pada awal siklus, hormon FSH (Follicle-Stimulating Hormone) akan meningkat untuk memicu pertumbuhan folikel.

Namun, begitu ada satu folikel yang berhasil terpilih, ia akan segera memproduksi estradiol. Lonjakan estradiol ini bertindak sebagai perintah bagi tubuh untuk segera menurunkan kadar FSH. 

Karena penurunan hormon ini terjadi secara mendadak, folikel-folikel lain yang tertinggal di belakang akan kehilangan "bahan bakar" mereka untuk tumbuh. Inilah yang membuat jendela peluang bagi munculnya pemenang kedua menjadi sangat sempit.

Mengapa Bayi Kembar Menjadi Langka

Kasus bayi kembar fraternal atau dizigotik terjadi hanya jika jendela seleksi hormonal tersebut tetap terbuka sedikit lebih lama dari biasanya. 

Dalam simulasi komputer terhadap ribuan siklus, ditemukan bahwa lebih dari 90 persen kasus berakhir dengan satu pemenang tunggal, sementara peluang untuk dua pemenang hanya berada di bawah angka 10 persen.

Seiring bertambahnya usia, kontrol terhadap ritme hormon ini bisa menjadi sedikit longgar. Hal ini menjelaskan mengapa ibu dengan usia yang lebih matang memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki bayi kembar. 

Bukan karena tubuh mereka memproduksi sel telur "lebih baik", melainkan karena sistem kontrol hormonalnya memberikan waktu tambahan bagi folikel kedua untuk ikut lolos sebelum akses ditutup.

Implikasi bagi Pengobatan Fertilitas

Temuan ini memberikan harapan baru dalam dunia medis, khususnya dalam memahami kondisi seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome). Terkadang, masalahnya bukan terletak pada ketiadaan sel telur, melainkan karena sinyal pemicunya yang terlalu lemah sehingga tidak ada satu pun folikel yang mampu mencapai ambang batas seleksi.

Dengan memahami bahwa reproduksi manusia adalah masalah pengaturan waktu yang sangat presisi, para dokter kini bisa lebih fokus pada ketepatan waktu distribusi hormon daripada hanya menilai kualitas folikel. 

"Kita dapat menggunakan model ini untuk mulai menyelidiki pertanyaan-pertanyaan kesuburan yang memengaruhi perempuan di seluruh dunia," jelas Kolomeisky. (Nadhira Izzati A/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya