Kemiskinan Ekstrem 2025 Turun Jadi 0,78 Persen, Menko PM Ungkap Tantangan Desil 1

 Gana Buana
27/4/2026 16:23
Kemiskinan Ekstrem 2025 Turun Jadi 0,78 Persen, Menko PM Ungkap Tantangan Desil 1
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar mengumumkan kemiskinan ekstrem turun menjadi 0,78%.(Dok. Antara)

MENTERI Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia turun dari 1,26% pada Maret 2024 menjadi 0,78% pada September 2025. Penurunan ini diklaim sebagai dampak positif dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

"Alhamdulillah, kemiskinan ekstrem berhasil turun. Dari 1,26% pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025. Sekitar 0,48% penduduk miskin ekstrem alhamdulillah telah naik kelas," ujar Menko Muhaimin Iskandar dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Jakarta, Senin (27/4).

Muhaimin menjelaskan bahwa keberhasilan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi 47 kementerian/lembaga (K/L) serta seluruh pemerintah daerah. Kemenko Pemberdayaan Masyarakat bertindak sebagai koordinator utama sesuai mandat Inpres Nomor 8 Tahun 2025.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan intervensi kebijakan tepat sasaran dan terintegrasi secara nasional.

Tantangan Kelompok Desil 1

Meski mencatatkan tren positif, pemerintah mengakui masih adanya tantangan besar di lapangan. Menko PM menyoroti masih adanya kelompok masyarakat yang belum terjangkau bantuan sosial secara maksimal.

"Lebih dari 774 ribu keluarga pada kelompok desil 1 masih belum tersentuh program, terutama di wilayah seperti Kulonprogo, Garut, Bogor, Cirebon, dan Cianjur," ungkapnya.

Data pemerintah menunjukkan masih terdapat 8,1 persen keluarga yang sama sekali belum menerima bantuan. Selain itu, sebanyak 60,2 persen keluarga pada kelompok desil 1 tercatat baru menerima satu hingga dua program bantuan, yang menandakan perlunya peningkatan cakupan dan intensitas program pemberdayaan di masa mendatang. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya