Mitos atau Fakta: Benarkah Blau Bisa Sembuhkan Gondongan? Ini Penjelasan Medisnya 

Nadhira Izzati A
27/4/2026 05:49
Mitos atau Fakta: Benarkah Blau Bisa Sembuhkan Gondongan? Ini Penjelasan Medisnya 
Ilustrasi(freepik)

DI tengah masyarakat Indonesia, penggunaan blau, serbuk biru untuk mencuci pakaian, sebagai obat luar untuk gondongan adalah praktik tradisional yang masih sering ditemui. 

Banyak yang percaya mengoleskan larutan biru ini pada area rahang dapat mempercepat penyembuhan. Namun, bagaimanakah fakta medis sebenarnya?

Apa Itu Gondongan?

Gondongan (Mumps) adalah penyakit menular yang disebabkan infeksi Paramyxovirus. Virus ini menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah terbesar yang terletak di antara telinga dan rahang.

Penyakit ini sangat menular, terutama melalui droplet (percikan air liur) saat penderita batuk atau bersin, berbagi alat makan, atau kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi. Meskipun umumnya menyerang anak-anak usia 5-9 tahun, orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau divaksinasi juga bisa tertular.

Gejala Gondongan

Gejala biasanya muncul sekitar 16 hingga 18 hari setelah terpapar virus. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Pembengkakan khas di sekitar rahang, dagu, dan bawah telinga.
  • Demam dan sakit kepala.
  • Nyeri saat mengunyah atau menelan.
  • Nyeri otot, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan.

Pada beberapa orang, gejala mungkin hanya terasa seperti flu ringan, atau bahkan tidak bergejala sama sekali, sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang menularkan virus.

Mitos Blau: Benarkah Bisa Menyembuhkan?

Menanggapi praktik turun-temurun mengoleskan blau pada wajah yang bengkak, medis menegaskan bahwa hal tersebut adalah MITOS.

Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa blau mengandung zat yang dapat membunuh virus atau meredakan infeksi Paramyxovirus. Secara medis, blau tidak memiliki mekanisme penyembuhan terhadap gondongan.

Penggunaan blau pada zaman dahulu kemungkinan besar hanya memberikan efek psikologis atau sensasi dingin sesaat jika dilarutkan dengan air (seperti kompres). Namun, biru pada wajah penderita lebih berfungsi sebagai "penanda" agar orang lain waspada dan tidak mendekat karena penyakit ini sangat menular.

Waspadai Komplikasi

Meskipun jarang terjadi, gondongan bisa menyebabkan komplikasi serius jika virus menyebar ke bagian tubuh lain, seperti:

  • Orchitis (peradangan pada testis), 
  • Ooforitis (infeksi ovarium),
  • Mastitis (peradangan pada payudara),
  • Meningitis (peradangan pada selaput otak),
  • Ensefalitis (peradangan pada jaringan otak),
  • Pankreatitis (peradangan di dalam pankreas), dan
  • Kehilangan kemampuan mendengar.

Segera hubungi dokter jika muncul gejala berat seperti kaku leher, sakit kepala hebat, muntah terus-menerus, atau nyeri perut yang tajam.

Pengobatan Gondongan yang Efektif

Karena disebabkan oleh virus, gondongan merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting disease) seiring dengan menguatnya sistem imun tubuh. Rata-rata penderita akan pulih dalam waktu dua minggu. Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan dokter:

  1. Istirahat Total: Memberikan waktu bagi tubuh untuk melawan infeksi.
  2. Kompres Suhu: Gunakan kompres hangat atau dingin pada area yang bengkak untuk meredakan nyeri.
  3. Obat Pereda Nyeri: Konsumsi paracetamol atau ibuprofen (sesuai dosis) untuk menurunkan demam dan mengurangi sakit.
  4. Hidrasi dan Diet: Minum banyak air putih dan konsumsi makanan lunak (bubur, sup) agar tidak perlu banyak mengunyah.
  5. Hindari Makanan Asam dan Pedas: Makanan jenis ini merangsang produksi air liur secara berlebih yang justru memperparah rasa nyeri pada kelenjar yang bengkak.

Vaksinasi MMR

Cara terbaik untuk melindungi diri dan anak adalah melalui Vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin ini meningkatkan antibodi tubuh (IgG) untuk mencegah virus menginfeksi sel.

Biasanya, seseorang hanya akan mengalami gondongan satu kali seumur hidup karena tubuh membentuk neutralizing antibody (NAb) yang menjadi penawar jika virus kembali menyerang di masa depan. Pastikan imunisasi lengkap untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). (Halodoc/Mitra Keluarga/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya