Libatkan 150 Ribu Mahasiswa, Program Pengembangan Talenta Muda Kian Masif

Ihfa Firdausya
27/4/2026 00:37
Libatkan 150 Ribu Mahasiswa, Program Pengembangan Talenta Muda Kian Masif
ParagonCorp memperluas inisiatif pengembangan generasi muda melalui program Novo Club yang kini memasuki batch keempat. Program ini melibatkan lebih dari 150.000 mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia.(Dok. ParagonCorp)

PROGRAM pengembangan talenta muda kian menjadi perhatian dunia usaha seiring kebutuhan akan sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing. Di tengah ketidakpastian global dan perubahan cepat di dunia kerja, perusahaan mulai mengambil peran lebih aktif dalam membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga kepemimpinan dan dampak sosial.

Tren ini terlihat dari meningkatnya inisiatif kolaborasi antara sektor industri dan pendidikan tinggi. Perusahaan tidak lagi sekadar merekrut lulusan siap pakai, tetapi mulai berinvestasi lebih awal dalam proses pembentukan kapasitas dan karakter calon talenta. Pendekatan ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk menjaga kesinambungan inovasi dan daya saing bisnis.

Dalam konteks tersebut, ParagonCorp memperluas inisiatif pengembangan generasi muda melalui program Novo Club yang kini memasuki batch keempat. Program ini melibatkan lebih dari 150.000 mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, menjadikannya salah satu ekosistem pengembangan talenta berbasis mahasiswa dengan skala besar di Tanah Air.

Novo Club dirancang bukan sekadar sebagai program pelatihan, melainkan sebagai platform pembelajaran terintegrasi yang menggabungkan pengembangan ide, eksekusi proyek, hingga pembentukan jejaring. Sejak diluncurkan pada 2023, program ini berkembang menjadi ruang kolaboratif yang mendorong mahasiswa berperan sebagai penggerak perubahan di komunitasnya.

CEO Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI), Salman Subakat, menilai keberanian untuk memulai menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menciptakan dampak.

"Masa muda bukan masa untuk menunggu. Masa muda adalah masa untuk mulai. Mulai mencoba, mulai belajar, dan mulai menentukan arah hidup. Banyak perubahan besar tidak dimulai dari orang yang paling siap, tetapi dari mereka yang berani melangkah," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menilai ekosistem seperti Novo Club dapat membantu mahasiswa menemukan arah perannya di masa depan.

"Yang kita siapkan hari ini bukan hanya ilmunya, tetapi cara berpikir, nilai, dan keberanian menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Di sinilah gagasan diuji dan generasi masa depan Indonesia menemukan arah perannya," kata dia.

Pembukaan Novo Club Batch 4 yang digelar secara hybrid menandai dimulainya rangkaian program selama 1,5 tahun. Dalam periode tersebut, peserta menjalani pembelajaran berbasis praktik dengan mendorong lahirnya inisiatif nyata di lapangan, mulai dari program sosial hingga proyek berbasis komunitas.

Pendekatan ini telah menghasilkan lebih dari 260 program yang dijalankan mahasiswa di berbagai daerah. Capaian tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis praktik mampu menjembatani kesenjangan antara ide dan implementasi, sekaligus memperkuat relevansi pengalaman mahasiswa dengan kebutuhan dunia nyata.

Bagi ParagonCorp, inisiatif ini juga menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem talenta sejak dini. Dengan melibatkan mahasiswa dalam proyek nyata, perusahaan berpotensi mengidentifikasi calon talenta yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan problem solving, serta sensitivitas terhadap isu sosial, kompetensi yang semakin dibutuhkan di dunia kerja.

Selain itu, Novo Club juga dilengkapi dengan fase alumni empowerment yang membuka akses terhadap jejaring profesional dan peluang karier. Tahap ini memperkuat kesinambungan program sekaligus menjadi jembatan antara dunia kampus dan industri.

Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, pendekatan pengembangan talenta berbasis ekosistem seperti ini dinilai menjadi diferensiasi. Perusahaan tidak hanya membangun citra sebagai tempat bekerja, tetapi juga berperan dalam membentuk generasi masa depan.

Ke depan, kolaborasi antara dunia usaha dan pendidikan tinggi diperkirakan akan semakin intensif. Model seperti ini menunjukkan bahwa investasi pada talenta tidak lagi dimulai saat rekrutmen, melainkan sejak fase pembelajaran, sekaligus menjadi fondasi bagi keberlanjutan inovasi dan daya saing bisnis. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya