Bukan Sekadar Salah Siram, Ilmuwan Ungkap Spesies Jamur di Balik Busuk Akar Anggrek

Thalatie K Yani
27/4/2026 13:30
Bukan Sekadar Salah Siram, Ilmuwan Ungkap Spesies Jamur di Balik Busuk Akar Anggrek
Ilustrasi(freepik)

SELAMA ini, pemilik tanaman sering menganggap busuk akar pada anggrek hanyalah akibat kesalahan penyiraman. Namun, penelitian terbaru dari Taiwan mengungkapkan ancaman yang lebih kompleks, serangan kelompok jamur tanah yang mampu melumpuhkan tanaman dalam waktu singkat.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Wen-Hsin Chung, ahli patologi tanaman dari National Chung Hsing University (NCHU), berhasil mengidentifikasi 63 sampel jamur penyebab penyakit dari berbagai kebun komersial dan pasar bunga di Taiwan. Hasilnya mengejutkan; kerusakan ini didalangi enam spesies berbeda dari kelompok jamur Fusarium oxysporum.

Serangan Tersembunyi yang Mematikan

Jamur ini bekerja dengan cara menumbuhkan sel-sel berbentuk benang melalui jaringan tanaman yang lemah. Benang-benang ini menyumbat jalur transportasi air, menyebabkan akar dan batang yang tadinya kokoh berubah menjadi lunak dan membusuk.

Dalam uji coba di laboratorium NCHU Taichung, tim memantau kerusakan mulai terjadi hanya dalam waktu 7-14 hari setelah jaringan anggrek yang sehat terpapar jamur ini.

"Identifikasi spesies ini memberikan target yang lebih tajam bagi petani dalam hal pengobatan," tulis para peneliti. Sebelumnya, semua jenis jamur akar biasanya ditangani dengan taktik yang sama, namun setiap spesies ternyata memiliki cara penyebaran dan inang favorit yang berbeda.

Lingkungan, Kunci Utama Pencegahan

Meskipun jamur adalah penyebabnya, kondisi lingkungan tetap menjadi pemicu utama. Busuk akar sering dimulai ketika media tanam (seperti kulit kayu) mulai melapuk dan hancur menjadi serpihan kecil yang menahan air terlalu lama serta menutup sirkulasi udara.

Pot yang dingin, gelap, dan basah akan menurunkan kadar oksigen. Dalam kondisi ini, akar yang rusak menjadi sangat rentan terhadap invasi jamur. Inilah alasan mengapa anggrek yang tampak sehat selama berminggu-minggu bisa tiba-tiba mati total setelah penyiraman berat.

Tips Penanganan dan Perawatan

Para ahli menekankan bahwa pencegahan jauh lebih efektif daripada mengobati tanaman yang sudah membusuk. Berikut adalah beberapa langkah penting:

  • Sirkulasi Udara: Akar anggrek membutuhkan udara sebanyak mereka membutuhkan air. Di alam liar, anggrek tumbuh di kulit pohon, sehingga akar mereka membutuhkan siklus basah-kering, bukan tanah yang terus-menerus becek.
  • Ganti Media Tanam: Pindahkan anggrek ke pot bersih dengan drainase terbuka dan kulit kayu yang masih segar. Media yang segar memungkinkan air mengalir bebas sambil menjaga kelembapan yang cukup.
  • Pot Transparan: Gunakan pot bening agar Anda dapat memantau kesehatan akar secara langsung sebelum masalah menyebar ke batang utama.
  • Pembersihan Luka: Penggunaan minyak kayu manis pada permukaan potongan dapat membantu menghambat perkecambahan spora jamur, namun ini bukanlah obat untuk penyakit yang sudah masuk jauh ke dalam jaringan.

Peringatan bagi Petani

Selain mengancam tanaman seperti Cymbidium dan vanila (Vanilla planifolia), peneliti juga memberikan peringatan serius. Salah satu spesies yang paling umum ditemukan, Fusarium curvatum, juga telah dikaitkan dengan infeksi pada manusia di Taiwan.

"Potensi ancaman terhadap pengelola lapangan tidak boleh diabaikan," tulis Chung dan koleganya.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Plant Science ini menyimpulkan bahwa kesehatan akar anggrek bergantung pada sinergi antara biologi dan perawatan, media tanam terbuka, penyiraman yang hati-hati, potongan yang bersih, aliran udara yang stabil, serta identifikasi penyakit yang tepat. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya