Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI para pemilik hewan peliharaan, pemandangan kucing atau anjing yang menggelengkan kepala dengan cepat, terutama setelah makan, minum, atau saat dielus, adalah hal yang lumrah. Gerakan bolak-balik yang sangat cepat ini sering kali mengundang tawa, namun apa sebenarnya alasan di balik perilaku tersebut?
Menurut para ahli, gerakan menggelengkan kepala ini umumnya merupakan perilaku normal, meskipun alasan di baliknya bisa sedikit berbeda antara kucing dan anjing.
Sarah Crowley, seorang antrozoolog dari University of Exeter, menjelaskan bahwa kucing menggelengkan kepala saat ujung saraf di kepala mereka terstimulasi.
"Pendorong fisiologisnya adalah stimulasi pada rambut dan ujung saraf yang sangat sensitif di bagian atas kepala, terutama di sekitar telinga," ungkap Crowley.
Stimulasi ini bisa muncul setelah pemiliknya menyentuh area sensitif seperti telinga atau kumis. Gerakan ayunan cepat ini sangat efektif untuk menghilangkan sumbatan, seperti sisa makanan atau tetesan air yang menempel. Sering kali, gerakan ini diikuti dengan aktivitas menjilati wajah atau telinga untuk merapikan bulu. Namun, waspadalah karena gelengan kepala juga bisa menjadi tanda kekesalan, misalnya saat telinga mereka ditiup.
Anjing juga memiliki refleks serupa. Menariknya, ras anjing dengan telinga tegak seperti German Shepherd lebih sering menggelengkan kepala dibanding ras bertelinga terkulai seperti King Charles Spaniel. Hal ini dikarenakan telinga yang terbuka lebih mudah kemasukan benda asing seperti biji rumput atau serangga.
Selain gelengan kepala, anjing memiliki variasi gerakan lain seperti:
Selain untuk mengeringkan bulu, kibasan seluruh tubuh ini juga berfungsi sebagai mekanisme emosional. "Kibasan ini adalah cara bagi hewan untuk meredakan ketegangan dan mengatur ulang kondisi emosional serta fisik mereka," jelas Amy Miele, pengajar perilaku hewan dari University of Edinburgh. Hal ini sering terlihat setelah sesi bermain yang intens atau situasi yang memicu stres.
Meski normal, pemilik hewan harus waspada jika intensitas gelengan kepala meningkat secara tidak wajar atau disertai dengan tindakan menggaruk terus-menerus dan kemiringan kepala (head tilt).
"Hal itu terasa menyakitkan dan tidak nyaman, dan menggeleng adalah satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan," kata Crowley.
Amy Miele memperingatkan bahwa gelengan kepala yang berlebihan bisa menjadi indikasi infeksi, parasit, atau masalah neurologis.
"Jika infeksi telinga dibiarkan tanpa pengobatan, hal ini dapat mengakibatkan gangguan pendengaran dan risiko penyebaran infeksi melampaui membran timpani (gendang telinga) hingga ke telinga tengah, yang menyebabkan masalah keseimbangan dan membuat hewan tersebut jatuh sakit parah," tegas Miele.
Jika Anda melihat tanda-tanda yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk memastikan kesehatan telinga peliharaan Anda. (Live Science/Z-2)
Riset terbaru dari Royal Veterinary College menunjukkan anjing ras silang seperti Cockapoo dan Cavapoo cenderung memiliki masalah perilaku dibandingkan ras aslinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved