Ilmuwan Ungkap Sisi Cerdas T-Rex Lewat Evolusi Burung, Ternyata Bukan Sekadar Otot

Thalatie K Yani
27/4/2026 11:15
Ilmuwan Ungkap Sisi Cerdas T-Rex Lewat Evolusi Burung, Ternyata Bukan Sekadar Otot
Benarkah T-Rex punya kecerdasan setara burung modern? Simak temuan terbaru Prof. Steve Brusatte tentang evolusi dinosaurus hingga menjadi burung yang kita kenal sekarang.(The Guardian)

SELAMA ini, Tyrannosaurus rex atau T-Rex kerap dicitrakan sebagai predator raksasa yang hanya mengandalkan kekuatan otot tanpa kecerdasan yang mumpuni. Namun, sebuah studi terbaru berusaha membedah apa yang sebenarnya terjadi di dalam kepala sang raja predator tersebut dengan mempelajari kerabat terdekat mereka yang masih hidup: burung.

Para ilmuwan sebelumnya telah menemukan beberapa spesies burung tidak hanya mampu membuat dan menggunakan alat, tetapi juga bisa merencanakan masa depan dan menunjukkan empati. Tes laboratorium bahkan menunjukkan burung emu mampu mengenali individu lain mungkin memiliki pengalaman yang berbeda dari diri mereka sendiri.

Kini, para peneliti berharap dapat mengeksplorasi apakah ada tanda-tanda kemampuan tersebut pada struktur tengkorak dinosaurus.

"Kita tidak bisa memberikan tes tersebut kepada T-Rex," ujar Prof. Steve Brusatte, paleontolog dari University of Edinburgh. "Tetapi jika ada fitur otak tertentu yang memberi kita keyakinan hingga 95% bahwa hewan dengan otak seperti itu mampu melakukan perilaku tersebut di masa sekarang, maka kita setidaknya bisa membuat prediksi tentang fosil-fosil ini."

Evolusi yang Lambat dan Alami

Dalam buku terbarunya yang berjudul The Story of Birds, Brusatte menjelaskan burung adalah dinosaurus yang nyata. Ia menekankan transformasi ini bukanlah proses instan yang terjadi dalam semalam.

"Bukan berarti T-Rex bermutasi menjadi ayam dalam sehari. Ini adalah proses evolusi yang panjang dan bertahap melalui seleksi alam," jelas Brusatte.

Fitur-fitur seperti bulu dan sayap pada awalnya sama sekali tidak berhubungan dengan kemampuan terbang. Bulu kemungkinan besar berevolusi sebagai isolasi untuk menjaga suhu tubuh dinosaurus tetap hangat, sebelum akhirnya termodifikasi menjadi struktur untuk memikat pasangan dan berkembang menjadi sayap.

Penyintas dari Hantaman Asteroid

Saat asteroid raksasa menghantam Bumi 66 juta tahun lalu, sebagian besar dinosaurus punah. Namun, satu kelompok berhasil bertahan hidup, nenek moyang burung modern. Mereka selamat karena memiliki kombinasi "kartu as" yang tepat: kemampuan terbang yang kuat, pertumbuhan yang cepat, dan paruh tanpa gigi yang memungkinkan mereka memakan biji-bijian saat hutan-hutan hancur.

Pasca kepunahan massal tersebut, evolusi melahirkan kembali pemangsa yang tak kalah mengerikan, seperti "burung teror" (terror birds) di Amerika Selatan yang tingginya mencapai 3 meter dengan kepala lebih besar dari tengkorak kuda.

"Ini pada dasarnya adalah reinkarnasi T-Rex; predator puncak, sangat besar, lengan kecil yang mungil, dan kepala yang ganas," kata Brusatte.

Bukti dalam DNA

Kaitan antara burung dan dinosaurus tidak hanya terlihat dari fosil, tetapi juga terekam dalam DNA mereka. Brusatte mencatat bahwa embrio puyuh berusia enam hari memiliki panggul yang sangat mirip dengan dinosaurus theropoda seperti T-Rex. Bahkan, eksperimen genetik pada ayam menunjukkan bahwa mereka masih menyimpan potensi genetik untuk menumbuhkan gigi.

"Ketika saya melihat hal-hal ini, melihat foto-foto eksperimen genetik tersebut, dan membaca makalah penelitiannya, pikiran saya benar-benar takjub," ungkapnya.

Meski burung saat ini menghadapi berbagai ancaman mulai dari flu burung hingga hilangnya habitat, Brusatte tetap optimis. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa burung adalah penyintas yang tangguh.

"Burung adalah penyintas. Mereka mudah beradaptasi, berevolusi dengan cepat, dan berubah dengan cepat. Itulah kisah tentang asteroid; mereka adalah satu-satunya dinosaurus yang berhasil bertahan hidup," pungkasnya. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya