Penemuan Penisilin Selamatkan Nyawa Paling Banyak di Dunia

Asha Bening Rembulan
26/4/2026 13:38
Penemuan Penisilin Selamatkan Nyawa Paling Banyak di Dunia
Sampel kering dari jamur Penicillium asli yang ditemukan Fleming pada tahun 1928.(Cade Martin/Smithsonian Magazine)

PENISILIN merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Penisilin membunuh bakteri dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri. Penemuan penisilin mengubah dunia kesehatan karena antibiotik yang berasal dari jamur Penicillium notatum ini dulunya kerap kali diabaikan.

Bakteriolog Skotlandia, Alexander Fleming, menyadari potensi jamur Penicillium ketika ia menemukannya tumbuh di laboratoriumnya pada 1928. Saat bereksperimen dengan bakteri infeksi Staphylococcus aureus, Fleming memperhatikan lingkaran pelindung di sekitar bintik jamur yang rupanya menghambat pertumbuhan bakteri.

Fleming kemudian mengumumkan potensi penemuannya dalam melawan infeksi. Pada 1930-an, dibantu dengan dua peneliti muda, Fleming mencoba memurnikan penisilin, tetapi uji coba ini tidak berhasil.

Berhasil Selamatkan Empat Nyawa Tikus

Satu dekade setelah penemuan Fleming tersebut, tim dari Oxford University melanjutkan penelitian tentang penisilin. Tim yang dipimpin Howard Florey, Ernst Chain, dan Norman Heatley berhasil mengisolasi dan memurnikan penisilin dalam jumlah banyak untuk menyelamatkan empat nyawa tikus.

Meskipun ‘hanya’ menyelamatkan tikus dan bukan manusia, tetapi pada saat itu, usaha tim penelitian tersebut menjadi suatu terobosan medis yang sangat besar karena memproduksi penisilin dalam jumlah cukup untuk menyelamatkan nyawa bukan hal yang mudah.

Laboratorium Oxford kemudian berinovasi untuk menemukan lebih banyak area permukaan untuk membudidayakan jamur dan menumbuhkannya di mana saja. Akhirnya, tim mengembangkan wadah fermentasi khusus yang tampak seperti kaleng bensin antik dengan corong samping.

Dibantu dengan enam teknisi perempuan yang dikenal sebagai “gadis penisilin,” mereka membudidayakan persediaan penisilin untuk tim Oxford dan memompa beberapa miligram setiap minggu untuk kebutuhan eksperimen dan uji klinis.

Terbang ke Amerika Serikat

Upaya untuk membudidayakan tersebut rupanya belum berhasil untuk menghasilkan antibiotik dalam jumlah yang cukup untuk menyelamatkan nyawa di London pada era Perang Dunia II.

Pada 1941, Florey dan Heatley membawa jamur Fleming ke Amerika Serikat untuk menciptakan hasil yang lebih baik di tempat yang lebih aman. Mereka kemudian melakukan eksperimen di laboratorium Departemen Pertanian AS di kawasan Peoria, Illinois. 

Laboratorium tersebut menjadi tempat yang penting untuk membudidayakan jamur secara efisien dengan menenggelamkannya dalam tangki berisi minuman bertepung. Namun, jamur Fleming tidak tumbuh subur dalam kondisi baru ini.

Penelitian meluas dengan meminta bantuan pada masyarakat awam untuk mencari spesimen jamur diantara tumpukan roti, keju, daging, atau hasil bumi yang busuk. Akhirnya, pada 1943, perempuan misterius dalam sejarah yang dijuluki “Moldy Mary” berhasil menemukan jamur penisilin paling produktif dari melon berjamur.

Berkat kemampuan melon berjamur tersebut, penisilin berhasil dihasilkan mencapai enam kali lipat dari jumlah jamur Fleming sehingga produksi massal antibiotik berhasil dilakukan. Sejak penemuan ini, penisilin telah menyelamatkan lebih dari delapan puluh juta nyawa. (Smithsonian Magazine/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya