Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA puluhan tahun, para ahli biologi dibuat penasaran oleh ciri khas paling ikonik dari seekor kepiting, yakni cara mereka berjalan menyamping.
Meskipun fitur ini sangat melekat pada identitas kepiting, pertanyaan mengenai kapan perilaku ini dimulai, seberapa sering ia berevolusi, dan apa keuntungannya bagi kelompok hewan ini baru saja mendapatkan jawaban yang komprehensif.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal eLife telah melakukan pengamatan paling mendalam terhadap pergerakan kepiting dan menemukan bahwa cara berjalan menyamping merupakan sebuah inovasi langka yang memicu kesuksesan ekologis mereka.
Tim peneliti yang dipimpin Yuuki Kawabata, profesor madya di Universitas Nagasaki, mengumpulkan 50 spesies kepiting dari berbagai lingkungan, mulai dari zona pasang surut hingga pasar ikan.
Dengan menganalisis tiap gerakan, ditemukan dari 50 spesies tersebut, 35 spesies berjalan menyamping dan 15 spesies berjalan maju. Fenomena ini menunjukkan perbedaan perilaku yang jelas antara spesies yang satu dengan yang lain.
Kawabata menjelaskan meskipun informasi yang tersedia mengenai kepiting sejati sangat melimpah, data mengenai perilaku lokomotor mereka masih jarang.
Selain itu, walaupun sebagian besar spesies kepiting sejati menggunakan lokomosi menyamping, ada beberapa kelompok yang berjalan maju. Hal itu menimbulkan beberapa pertanyaan.
“Kapan lokomosi menyamping mereka bermula, berapa kali ia berevolusi selama bertahun-tahun, dan berapa kali ia kembali ke bentuk semula?" tambahnya.
Melalui pemetaan data perilaku ke dalam pohon evolusi genetik yang besar, para peneliti menemukan kemampuan berjalan menyamping hanya muncul satu kali dalam sejarah evolusi kepiting.
Perilaku ini bermula pada kelompok yang disebut Eubrachyura, yang mencakup sebagian besar kepiting modern, sekitar 200 juta tahun yang lalu atau pada periode awal Jurassic. Temuan ini sangat kontras dengan konsep "karsinisasi" atau evolusi bentuk tubuh menyerupai kepiting yang terjadi berulang kali pada berbagai kelompok hewan.
"Hal ini menyoroti meskipun bentuk tubuh dapat menyatu berkali-kali, perubahan perilaku seperti berjalan menyamping bisa menjadi hal yang langka," jelas Kawabata.
Hal ini menunjukkan bahwa moyang bersama dari hampir 7.900 spesies kepiting sejati saat ini mewariskan perilaku yang sama, menjadikannya sebuah sifat yang sangat dipertahankan secara turun-temurun meski bentuk tubuh mereka terus beradaptasi.
Secara garis besar, kepiting berjalan menyamping karena faktor anatomi dan pertahanan diri.
Keuntungan utama dari berjalan menyamping adalah kecepatan dan ketidakteraturan arah. Dengan bergerak ke samping, kepiting dapat melarikan diri ke kiri atau ke kanan dengan kecepatan yang sama tanpa harus memutar tubuh mereka terlebih dahulu.
Hal ini membuat arah pelarian mereka sulit ditebak oleh predator. Kemampuan ini diyakini menjadi faktor kunci mengapa kelompok kepiting sejati jauh lebih beragam dan sukses secara ekologis dibandingkan kerabat dekat mereka yang tetap berjalan maju.
Namun, penelitian ini juga menemukan setidaknya enam kasus di mana kepiting kembali berjalan maju, seperti pada kepiting laba-laba yang mengandalkan kamuflase atau kepiting prajurit yang bergerak dalam kelompok besar.
Dalam kondisi di mana kecepatan pelarian bukan lagi prioritas utama, perilaku berjalan menyamping dapat menghilang karena evolusi perilaku juga dipengaruhi oleh tekanan lingkungan yang spesifik.
Studi ini menyimpulkan berjalan menyamping adalah inovasi langka di dunia hewan yang membuka peluang adaptif baru bagi kepiting setelah peristiwa kepunahan massal yang membentuk ulang ekosistem bumi. Meskipun bentuk tubuh kepiting telah ditiru oleh banyak spesies lain melalui proses evolusi, perilaku berjalannya tetap menjadi keunikan tersendiri. (Earth/Phys/Z-2)
Rekaman langka menunjukkan ikan remora menempel di tubuh paus bungkuk di perairan Queensland.
Peneliti menemukan perilaku unik bayi ikan di laut lepas yang membawa anemon laut sebagai pelindung hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved