Misteri DNA Apel, Rahasia Hutan Liar di Balik Buah Favorit Anda

Thalatie K Yani
26/4/2026 13:30
Misteri DNA Apel, Rahasia Hutan Liar di Balik Buah Favorit Anda
Ilustrasi(freepik)

APEL yang Anda beli di supermarket menyimpan kisah yang jauh lebih dalam dari tampilannya yang mengilap. Penelitian terbaru mengungkapkan apel modern masih membawa jejak DNA dari "pertemuan" berulang dengan pohon liar di hutan. Proses ini menjadikan apel sebagai tanaman yang terus berevolusi secara dinamis, alih-alih hasil budidaya yang sudah final.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology, Dr. Amandine Cornille dari New York University Abu Dhabi (NYUAD) mendokumentasikan bagaimana warisan nenek moyang liar tetap tertanam kuat pada apel yang kita konsumsi saat ini.

Persilangan dari Tiga Penjuru Dunia

Sebagian besar apel budidaya saat ini menelusuri silsilah mereka ke Malus sieversii dari Asia Tengah dan Malus orientalis dari wilayah Kaukasus. Namun, saat apel mulai menyebar ke Barat, mereka bertemu dan bersilang dengan apel hutan Eropa, Malus sylvestris.

Persilangan alami ini bukan sekadar pencampuran acak. Berbagai sumber liar tersebut menyumbangkan sifat-sifat berguna tanpa menghapus jejak genetik asli mereka. Inilah yang menjelaskan mengapa apel memiliki keragaman rasa, bentuk, dan ketahanan terhadap musim yang sangat luas.

Apel Meja vs Apel Cider

Penelitian ini juga menemukan perbedaan mencolok antara dua jalur keturunan utama, apel meja (untuk dimakan langsung) dan apel cider (untuk difermentasi).

  • Apel Meja: Menunjukkan seleksi yang lebih ketat pada kualitas buah, waktu berbunga, dan ketahanan terhadap penyakit demi memenuhi standar pasar segar.
  • Apel Cider: Mempertahankan variasi genetik yang lebih luas, yang mencerminkan sejarah panjang penggunaannya untuk diperas dan difermentasi.

Menariknya, para peneliti menemukan apel budidaya justru memiliki mutasi genetik berbahaya yang lebih sedikit dibandingkan kerabat liar mereka. Hal ini mematahkan kekhawatiran umum bahwa campur tangan manusia biasanya merusak populasi tanaman.

Benteng Pertahanan Menghadapi Perubahan Iklim

Hutan apel liar kini menjadi "bank genetik" yang krusial bagi kelangsungan hidup industri apel di tengah ancaman perubahan iklim. Beberapa kerabat liar memiliki ketahanan terhadap penyakit dan toleransi stres yang luar biasa.

"Menjaga pohon-pohon liar tetap membuka opsi ketika kebun apel menghadapi hama baru atau pola cuaca yang lebih keras di dekade mendatang," tulis laporan tersebut.

Namun, keberadaan Malus sieversii di Asia Tengah kini terancam oleh hilangnya habitat. Para ilmuwan memperingatkan bahwa masa depan perkebunan kita sangat bergantung pada konservasi kerabat liar ini sebelum sifat-sifat berharga mereka hilang selamanya. Sejarah apel adalah bukti pertukaran abadi antara petani, hutan, serbuk sari, dan pilihan manusia yang sabar selama berabad-abad. (earth/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya