Mengenal Pinguin Makaroni: Spesies Berjambul Emas yang Terancam Punah

 Gana Buana
25/4/2026 20:23
Mengenal Pinguin Makaroni: Spesies Berjambul Emas yang Terancam Punah
Pinguin makaroni (Eudyptes chrysolophus) memiliki jambul kuning ikonik.(Dok. Freepik)

PINGUIN makaroni (Eudyptes chrysolophus), spesies burung laut yang dikenal dengan jambul kuning-oranye mencolok, kini menjadi perhatian dunia konservasi setelah populasinya dilaporkan menyusut drastis hingga 50% dalam empat dekade terakhir.

Nama "makaroni" pada spesies ini tidak merujuk pada jenis pasta, melainkan diambil dari istilah slang abad ke-18 untuk gaya berpakaian yang mencolok. Julukan tersebut disematkan karena penampilan mereka yang eksentrik dengan bulu kepala berwarna emas, mata merah, dan paruh besar berwarna merah.

Secara fisik, pinguin ini memiliki tinggi rata-rata 70 cm dengan berat sekitar 5,5 kg, menjadikannya yang terbesar di kelompok pinguin berjambul. Berbeda dengan pinguin lain yang berjalan terhuyung, pinguin makaroni lebih sering bergerak dengan cara melompat.

Fakta Unik Penyelaman

Pinguin makaroni adalah penyelam ulung yang mampu mencapai kedalaman 15 hingga 70 meter, dengan rekor terdalam menyentuh 100 meter untuk berburu krill dan ikan kecil.

Habitat utama mereka tersebar di wilayah Sub-Antartika hingga Semenanjung Antartika, termasuk Kepulauan Falkland dan Georgia Selatan. Mereka hidup dalam koloni raksasa yang bisa mencapai 100.000 individu. Namun, kehidupan di koloni tidak selalu tenang karena pinguin jantan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya.

Dalam hal reproduksi, pinguin betina biasanya menghasilkan dua telur, tetapi umumnya hanya satu yang berhasil bertahan hingga menetas. Selama masa pengeraman, induk pinguin dapat berpuasa hingga 40 hari dan kehilangan separuh berat tubuhnya.

Sayangnya, status konservasi pinguin makaroni kini berada pada level "Rentan". Selain ancaman predator alami seperti orca dan anjing laut macan, aktivitas penangkapan ikan komersial yang mengurangi ketersediaan krill menjadi faktor utama penurunan populasi mereka. Saat ini, diperkirakan tersisa sekitar 9 juta pasangan yang berkembang biak di seluruh dunia.

Karakteristik Detail
Nama Ilmiah Eudyptes chrysolophus
Ciri Khas Jambul kuning-oranye, mata merah
Makanan Utama Krill, cumi-cumi, ikan kecil
Status Konservasi Rentan (Vulnerable)

(Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya